mediasumatera.id – SMPK Frater Xaverius 1 Palembang merupakan salah satu sekolah favorit dan pelopor sekolah swasta Xaverius di Kota Palembang. Sekolah ini merupakan buah karya para Frater Bunda Hati Kudus (Frater BHK) dan bernaung di bawah Yayasan Mardi Wiyata berlokasi di Jln Kapten Marzuki 513 Kamboja Palembang, pada tanggal 1 Agustus 2023 ini telah genap berusia 75 tahun.

Merayakan ulang tahunnya ke – 75 SMP Xaverius 1 Palembang pada Senin – Selasa (31/7 -1/8/2023) segenap dewan guru, peserta didik dan pengurus Yayasan Mardi Wiyata mengungkapkan rasa syukur dengan menyelanggarakan Misa Kudus, jalan sehat dan lomba futsal antar siswa SD di kota Palembang.

Jalan sehat diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas VII, VIII dan IX serta semua dewan guru dan karyawan SMP Xaverius 1 Palembang. Star jalan sehat dilepas oleh Frater M Faustianus Banusu, BHK selaku Kepala sekolah SMP Xaverius 1 Palembang dengan mengambil route jln Kapten Marzuki – jalan Seroja – Jalan Papera kembali ke jalan Kapten Marzuki lokasi sekolah. Dilanjutkan senam bersama dan pembagian doorprize, Untuk lomba futsal antas siswa SD diikuti oleh 12 team dari 9 sekolah. Frater Herman BHK Kepala Yayasan Mardi Wiyata sub perwakilan Palembang melakukan penendangan bola pertama kali sebagai tanda di mulainya kegiatan lomba futsal. Untuk Misa syukur dilaksanakan pada Selasa ( 1/8/2023).


Frater Faustianus Kepala SMP Xaverius 1 Palembang dalam sambutannya mengatakan bahwa sekolah Frateran ini diawalnya hanya khusus laki-laki seperti SD Xaverius 2 Palembang di Jalan Kolonel Atmo, namun seiring waktu sampai sekarang menerima siswa laki-laki dan perempuan. Sekolah yang letaknya sangat strategis, mudah dijangkau, disiplin, berkualitas dan berempati adalah brand dari sekolah ini. Sepak terjang dan kredibilitas yang bagus membuat sekolah ini tetap eksis dan menjadi pilihan masyarakat Kota Palembang sampai sekarang. Kurikulumnya tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, psikomotorik dan afektif tetapi juga penguatan pendidikan karakter, bakat dan skill peserta didik. Para pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik yang heterogen menjadi kekayaan dan kekuatan untuk berprestasi.







