MAUMERE, mediasumatera.id — Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menimbulkan dampak serius Pemerintah Republik Indonesia terus mengintensifkan upaya penanganan darurat pascabencana gempa bumi yang melanda kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan pemutakhiran data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB, dampak gempa mencatatkan 47 korban jiwa, 101 warga luka-luka, serta 9.290 jiwa bertahan di berbagai titik pengungsian.
Menanggapi situasi darurat tersebut, bantuan logistik dari Presiden RI Prabowo Subianto mulai disalurkan secara bertahap menuju wilayah terdampak. Pada Minggu (16/8/2026), pesawat militer Hercules mendarat di Maumere, Kabupaten Sikka, guna mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar pokok masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa armada Hercules menyalurkan 1.725 paket sembako ke Maumere. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 paket dialokasikan untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende.
“Pengiriman logistik ini merupakan bagian dari komitmen awal bantuan Presiden sebanyak 4.925 paket sembako yang telah mendarat di Maumere dan Labuan Bajo. Secara keseluruhan, Pemerintah menyiapkan total 50.000 paket sembako yang disalurkan secara bertahap sesuai dinamika kebutuhan di lapangan,” ujar Berton SP Panjaitan.
Sebelumnya, sebanyak 3.200 paket sembako diterbangkan menggunakan pesawat Hercules A-1343 dan A-1318 menuju Labuan Bajo untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo. Sebanyak 45.075 paket logistik lanjutan kini sedang dalam proses penyaluran berkala.

Status Tanggap Darurat dan Pemulihan Lintas Sektor
Pemerintah Provinsi NTT secara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan keselamatan warga serta pemenuhan pangan dan pelayanan kesehatan menjadi fokus utama operasional saat ini.
Selain menyalurkan 27 ton bantuan logistik lanjutan, Pemerintah mengerahkan personel gabungan dari TNI, Polri, PLN, Pertamina, dan PT Telkom Indonesia. Tim gabungan bertugas membantu proses evakuasi warga serta memulihkan pasokan energi, BBM, dan jaringan komunikasi yang terdampak.
Ringkasan Data Dampak Bencana (Per 16 Agustus 2026):
• Korban Jiwa & Pengungsi:
o Meninggal Dunia (47 Jiwa): Kab. Manggarai (23), Manggarai Timur (17), Sikka (4), Manggarai Barat (1), Ende (1), Nagekeo (1).
o Luka-Luka: 101 Orang.
o Total Pengungsi: 9.290 Jiwa. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kab. Sikka (3.356 jiwa; 1.356 di GOR Samador dan ~2.000 mengungsi mandiri di 10 titik) serta Kab. Manggarai (2.078 jiwa).
• Kerusakan Infrastruktur & Fasilitas Publik:
o Permukiman Warga: 914 unit rusak berat, 126 unit rusak sedang, dan 317 unit rusak ringan.
o Fasilitas Umum: 93 gedung sekolah/pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan mengalami kerusakan struktural.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh tahapan penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pemulihan fasilitas vital akan terus dikawal secara ketat dan efektif.(*)







