Berita  

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan

PALEMBANG, mediasumatera.id – Merayakan Hari Orang Sakit Sedunia ke 33 dalam Tahun Yubileum 2025 dan Perayaan Paskah bersama di Paroki Santo Yoseph Palembang, Sebanyak 400 – an Orang Tua Sehat dan Bahagia (OTSB) berkumpul dalam misa syukur menerima minyak pengurapan dan bergembira pada Sabtu, 31 Mei 2025 pukul 09.00 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen Keuskupan Agung Palembang.

RD. Hyginus Gono Pratowo romo paroki Gereja St Yoseph Palembang dalam kata pengantarnya mengatakan Gereja mengundang kita untuk menjadi peziarah pengharapan. Dalam peziarahan ini, Sabda Allah menyertai kita melalui pesan yang membesarkan hati dari Santo Paulus, pengharapan tidak mengecewakan, karena pengharapan itu menguatkan kita di saat-saat pencobaan dan pesan ini sungguh menghibur serta menaklukan kita sekalian, khususnya bagi mereka yang sedang menderita. Bagaimana kita kuat ketika selain berhadapan dengan penderitaan kita sendiri, kita pun melihat orang-orang yang kita kasihi yang kita cintai. Meskipun dekat dengan kita, namun mereka merasa tidak berdaya untuk membantu kita.

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan
Dalam beragam situasi seperti ini, kita membutuhkan penopang yang lebih besar daripada diri kita sendiri. Kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Pada kesempatan yang istimewa, kita akan merayakan Ekaristi sebagai sumber dan puncak iman kita, ia menguatkan pencerahan hidup kita, nanti kita akan menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit yang menjadi sumber peneguhan dan juga kekuatan dalam kehidupan ini. Semoga perjumpaan para lansia adalah perjumpaan yang meneguhkan, perjumpaan yang membawa berkat, perjumpaan yang saling berbagi atas pengalaman hidup kita masing-masing.

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan
RD Yohanes Kristianto selaku Vikjen Keuskupan Agung Palembang melalui homilinya menyampaikan bahwa menjadi lansia itu pasti dengan segala kenyataannya, banyak hal kita akan kehilangan, kita kehilangan masa muda, mungkin juga kita akan kehilangan kuasa, kehilangan kekuatan kita dan tidak lagi bisa duduk dalam jabatan-jabatan tertentu. Sekali lagi saya mengatakan menjadi lansia itu pasti, tetapi menjadi lansia bahagia itu tidak pasti. Bagaimana kita mengelola dan mengambil sikap untuk diri kita sendiri karena kebahagiaan itu sangat tergantung dari kita. Tapi menjadi lansia bahagia itu tergantung dari bagaimana kita mensikapi kenyataan hidup. Kehilangan harapan akan Tuhan kita akan kehilangan sukacita kita. Tapi menjadi lansia bahagia dan bagaimana caranya kita tidak kehilangan yang namanya semangat. Semangat untuk hidup, semangat untuk mengatakan saya masih berarti bagi hidup ini bagi orang lain. Saya masih bisa berguna bagi orang lain, itu adalah semangat, ada spirit yang menggerakkan dan mendorong kita.

Baca Juga :  Oknum TNI AD Diduga Pembeking Judi Togel Oppung BoS Dimutasi

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan
Romo Kris lebih lanjut mengatakan jika perayaan ini mudah-mudahan bermakna yang tidak pernah kumpul bareng sekarang kumpul bareng, yang tidak pernah hadir dalam Perayaan Ekaristi hari ini diundang secara khusus untuk hadir. Saya mau mengatakan, secara fisik pada saatnya kita pernah mengalami fase menurun, kesehatan kita, fisik kita menurun tapi secara rohani harusnya fasenya tidak lagi menurun tetapi semakin meningkat. Karena disitu kekuatan kita, kalau fisik menurun secara rohani juga akan menurun, maka disitulah kita kehilangan kekuatan, kehilangan spirit, kehilangan pengharapan kita. Maka upayanya adalah bagaimana secara fisik kita menurun, tapi secara rohani kita semakin meningkat. Mudah-mudahan di Paroki ini tidak ada lansia yang merasa terbuang, tidak ada lansia yang merasa terasing karena ada wadah untuk menghimpun ini. Kalau kita percaya kepada Tuhan, segala sesuatu sangat mungkin, bagi setiap orang yang percaya disitu sumber sukacita dan kebahagiaan kita, semoga kita mendapatkan peneguhan.

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan
Frans de Sales Billy Jaya Ketua DPP Santo Yoseph Palembang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih sudah memberi contoh untuk bisa bersama-sama merayakan ini, semoga menjadi sebuah contoh untuk kami nanti selalu semangat untuk menjalani perziarahan di dunia ini. Mari kita bersama-sama terus menjadi orang tua yang bahagia bersama-sama dan Komunitas Simeon terus mengajak senior-senior yang lain untuk bergabung dalam komunitas ini. Mereka berkumpul sebulan sekali, seminggu sekali mereka juga berkumpul untuk senang bersama, untuk menjaga kesehatan dan beberapa kali kadang juga pemeriksaan kesehatan dan lain sebagainya.

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan

Pada sambutannya Romo Kris mengatakan, agar para lansia jangan pernah rendah diri, berkecil hati pada para lansia. Karena banyak orang tetap peduli dan memberi wadah, memberi kesempatan pada anda sekalian untuk berkumpul, untuk saling meneguhkan, untuk bersukaria bersama. Berharap agar para lansia tetap bersemangat untuk menjalani kegiatan, mudah-mudahan tidak ada lansia yang terasing dari Paroki ini juga di Paroki-Paroki lain. Tidak ada alasan untuk tidak memperhatikan para lansia, karena mereka sudah terlebih dahulu memberikan diri pada waktu muda dan pada waktu masih kuat, mereka memberikan diri lewat karya-karya dan pelayanan-pelayanan, maka generasi sekarang tidak ada alasan untuk tidak memperhatikan lansia.(daris)

Baca Juga :  Sumur Tambang Minyak Terbakar di Keluang

Hari Orang Sakit Sedunia ke 33: Lansia Tetaplah Setia Dalam Iman Dan Pengharapan