Jemaat Beribadah di Tengah Pembangunan, Harapan dan Doa Menggema

Jemaat Beribadah di Tengah Pembangunan, Harapan dan Doa Menggema

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Suasana haru dan penuh pengharapan menyelimuti ibadah Minggu Okuli di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, Minggu, 08 Maret 2026. Di tengah proses renovasi gereja yang masih berlangsung, jemaat tetap hadir dengan kerinduan besar untuk bersekutu memuji Tuhan. Debu bangunan dan tembok yang sebentar lagi rampung tidak mengurangi semangat jemaat untuk beribadah.

Sebaliknya, kondisi tersebut justru menghadirkan suasana rohani yang menyentuh hati. Banyak jemaat merasakan bahwa di tengah proses pembangunan fisik gereja, Tuhan juga sedang membangun kembali iman umat-Nya.

Ibadah Minggu Okuli ini menjadi momen penting bagi jemaat untuk memperbarui komitmen iman serta menaikkan doa bagi kelanjutan pembangunan renovasi gereja yang diharapkan segera selesai.

Ibadah dimulai dengan pujian dari Kidung Jemaat yang diiringi dengan lembut oleh Inang A. br. Sihombing bersama pemimpin paduan suara Inang B br. Parapat dan Inggrid br. Ginting.

Suasana ibadah terasa semakin khidmat ketika liturgi dipimpin oleh Amang Pnt. A. Sinaga. Jemaat kemudian mendengarkan pembacaan epistel dari Ibrani 10:19–25 yang mengingatkan umat untuk tetap setia dalam persekutuan dan saling menguatkan dalam kasih.

Jemaat Beribadah di Tengah Pembangunan, Harapan dan Doa Menggema

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Revi br Lubis, S.Th dengan tema “Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan” berdasarkan Kitab 1 Tawarikh 22:14–19. Dalam khotbahnya, ia mengangkat kisah Raja Daud yang memiliki kerinduan besar untuk membangun rumah Tuhan. Namun Tuhan tidak mengizinkan Daud yang melaksanakannya. Tugas itu diberikan kepada anaknya, Raja Salomo.

Meski demikian, Daud tidak kecewa ataupun berhenti melayani. Ia tetap mempersiapkan segala kebutuhan pembangunan rumah Tuhan.

Kisah ini menjadi refleksi bagi kehidupan umat percaya bahwa tidak semua mimpi akan kita sendiri yang menggenapinya, tetapi Tuhan tetap bekerja melalui kehidupan kita.

Baca Juga :  Semarak HUT Bhayangkara, Pj Bupati Apriyadi Buka Kejuaraan Bulutangkis

Dari kisah tersebut, jemaat diajak merenungkan beberapa pelajaran penting dalam kehidupan iman.

Pertama, tidak semua mimpi kita yang menggenapinya. Daud telah merancang dan mempersiapkan bahan-bahan pembangunan rumah Tuhan dalam jumlah besar. Namun Tuhan menggenapinya melalui Salomo. Hal ini mengajarkan bahwa manusia tetap harus setia merencanakan kebaikan, sekalipun bukan dirinya yang menikmati hasilnya.

Kedua, jangan putus asa ketika rencana tidak sesuai dengan harapan. Ketika Daud mengetahui bahwa ia tidak diizinkan membangun rumah Tuhan, ia tidak marah, tidak kecewa, dan tidak berhenti melayani. Sebaliknya, ia tetap bekerja dan mempersiapkan semuanya. Firman Tuhan mengingatkan bahwa waktu Tuhan selalu yang terbaik.

Ketiga, pentingnya mewariskan nilai iman kepada generasi berikutnya. Daud memanggil Salomo dan berkata, “Anakku, lanjutkan pekerjaan ini.” Warisan terbesar yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya bukan hanya harta atau materi, tetapi iman, doa, dan keteladanan hidup.

Keempat, pekerjaan Tuhan tidak dapat dilakukan sendirian. Daud tidak hanya memanggil Salomo, tetapi juga para pemimpin Israel untuk bekerja bersama. Hal ini menegaskan bahwa pelayanan membutuhkan kerjasama dan kebersamaan, baik di keluarga, gereja, maupun masyarakat.

Kelima, fondasi dari semuanya adalah hati yang mengasihi Tuhan. Firman Tuhan menegaskan, “Arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan.” Ketika hati manusia mencintai Tuhan, hidupnya akan terarah, perkataannya terjaga, dan langkahnya tidak tersesat.

Di akhir khotbahnya, Inang Pdt. Revi br Lubis mengajak seluruh jemaat untuk kembali merenungkan firman Tuhan dari Kitab 1 Tawarikh 22:19 yang berkata, “Sekarang arahkanlah hatimu dan jiwamu untuk mencari Tuhan, Allahmu.”

Beliau menegaskan bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya diukur dari apa yang berhasil kita bangun atau capai, tetapi dari bagaimana hati kita tetap setia mencari Tuhan di setiap musim kehidupan.

Baca Juga :  Papua Akan Ditambah 3 Provinsi Baru

Renovasi gereja yang sedang berlangsung menjadi gambaran nyata bahwa Tuhan juga sedang bekerja memperbarui kehidupan umat-Nya. Seperti bangunan yang diperbaiki batu demi batu, demikian pula Tuhan membangun kembali iman, pengharapan, dan kasih di dalam hati setiap orang percaya.

“Boleh saja kita tidak melihat semua rencana besar itu selesai dalam hidup kita,” ungkapnya, “tetapi ketika hati kita tetap mengarah kepada Tuhan, maka hidup kita tetap menjadi bagian dari pekerjaan besar-Nya.”

Ia kemudian mengajak jemaat untuk terus hidup dalam kesetiaan, membangun iman keluarga, dan menjadi generasi yang mewariskan kasih Tuhan kepada anak-anak dan generasi berikutnya.

Khotbah ditutup dengan pengharapan bahwa setiap jemaat yang pulang dari ibadah tidak hanya membawa pulang berkat, tetapi juga membawa pulang komitmen baru untuk hidup lebih dekat dengan Tuhan.

“Kiranya setiap hati yang hadir hari ini kembali dikuatkan. Biarlah Tuhan bukan hanya membangun gedung gereja ini, tetapi juga membangun kembali hati kita, keluarga kita, dan iman kita,” tutup Inang Pdt. Revi br Lubis.

Pelayanan Ibadah:

  • Warta Jemaat & Doa Syafaat:Amang C.Pnt, Victor Asido Elyakim P
  • Song leader/ Pujian:Inang B br Parapat dan Inggrid br Ginting 
  • Organis:Inang A br Sihombing
  • Persembahan:Inang Pnt. D br Gultom & Amang C.Pnt. P Purba
  • Penerimaan Tamu:Inang C br Lubis & Inang C.Pnt. I br Siagian

Pelayanan yang dilakukan dengan penuh kerendahan hati ini menjadi bagian penting dalam membangun suasana ibadah yang penuh berkat.

Jemaat Beribadah di Tengah Pembangunan, Harapan dan Doa Menggema

Renovasi gereja mungkin membutuhkan waktu. Tembok akan diperbaiki, lantai akan disempurnakan, dan bangunan akan kembali berdiri dengan lebih indah. Tetapi lebih dari itu, Tuhan sedang melakukan pekerjaan yang tidak terlihat oleh mata: Ia memperbaiki hati yang letih, menguatkan iman yang sempat goyah, dan menyalakan kembali pengharapan yang hampir padam.

Baca Juga :  Termasuk LRT Palembang, Ini Daftar Kereta Api Subsidi Tahun 2022

Pesan firman Tuhan hari itu menjadi pengingat bahwa di tengah segala proses kehidupan, Tuhan tetap hadir dan bekerja dalam hidup umat-Nya.

“Arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan.”

Pesan ini terus bergema di hati jemaat yang pulang dengan pengharapan baru.

Amin.

Jemaat Beribadah di Tengah Pembangunan, Harapan dan Doa Menggema

Jemaat Beribadah di Tengah Pembangunan, Harapan dan Doa Menggema

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu ”

(2 Korintus 9:7–8)

Soli Deo Gloria.

(VIP)