Berita  

Ketika Gereja Masih Direnovasi, Di Minggu Rogate Jemaat Tak Henti Menggema Doa untuk Kesejahteraan Bersama

Ketika Gereja Masih Direnovasi, Di Minggu Rogate Jemaat Tak Henti Menggema Doa untuk Kesejahteraan Bersama

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Di tengah pembangunan renovasi gedung gereja yang masih berlangsung, GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar tetap menyelenggarakan ibadah Minggu Rogate pada hari Minggu tanggal 25 Mei 2025 dengan penuh semangat dan ketekunan rohani. Ibadah ini mengangkat tema “Berdoa untuk Kesejahteraan Bersama”, berdasarkan Firman Tuhan dari Yeremia 29:7–14.

Kotbah disampaikan penuh hikmat oleh Inang Pendeta Maria Simatupang, M.Th, selaku Kepala Departemen Apostolat Sinode GKPI, yang menyampaikan pesan kuat dan menyentuh mengenai kekuatan doa dalam kehidupan umat percaya.

“Jika kamu berada di suatu tempat—di kota, desa, atau wilayah mana pun—berdoalah untuk tempat itu. Sebab di sanalah Tuhan akan mencurahkan berkat dan kesejahteraan, bukan hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bagi dirimu sendiri,” tegas beliau.

“Kita diajak untuk meraih kesejahteraan kota, bangsa, bahkan dunia ini dengan berdoa. Doa adalah kekuatan, nafas kehidupan umat percaya. Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk selamanya.”

“Menikmati kesejahteraan bukan hanya saat hidup di dunia ini, tetapi juga kelak di Surga. Karena itu, mari kita hidup berjaga-jaga, tetap tekun dan setia dalam doa. Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi hari ini atau esok.”

Beliau juga mengingatkan kisah Bangsa Israel yang diperbudak di Babel selama 70 tahun, namun Tuhan menepati janji-Nya dengan memberikan mereka rancangan damai sejahtera.

“Demikian juga kita, sebagai umat percaya. Rancangan Tuhan adalah rancangan yang penuh harapan, bukan kecelakaan. Maka, berdoalah terus-menerus tanpa henti—sampai maut memanggil kita,” pesan Inang Pdt. Maria dengan penuh keteguhan iman.

Ibadah ini dipandu oleh Inang Penatua S br Hutagalung sebagai liturgis, dan Amang Penatua T. Sihombing membacakan warta jemaat, sambil mengingatkan jemaat untuk hadir di partangiangan hari Rabu tanggal 28 Mei 2025 di lokasi Gereja GKPI Jemaat Khusus Immanuel, sekalian akan mendengarkan Sosialisasi dari Panitia Teknis Periodisasi GKPI JK Immanuel.

Baca Juga :  Lapas Lubuk Pakam Terima Kunjungan Direktur Jenderal Pemasyarakatan

Lagu-lagu pujian diiringi dengan indah oleh organisasi musik Amang JP Sinaga, bersama song leader Pemuda Samuel Sirait dan Helwis Togatorop, yang membangkitkan semangat rohani seluruh jemaat.

Ketika Gereja Masih Direnovasi, Di Minggu Rogate Jemaat Tak Henti Menggema Doa untuk Kesejahteraan Bersama

Tugas piket persembahan dilaksanakan oleh Inang Penatua N br Marbun dan Amang Penatua J. Sipayung, sebagai wujud pelayanan penuh kasih dari jemaat.

Meski fisik bangunan belum selesai, Ibadah Minggu Rogate ini menjadi bukti bahwa gereja sejati hidup di hati umat yang bersatu dalam doa. Sebagaimana firman Tuhan berkata, “Doakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu juga” (Yeremia 29:7).

GKPI Immanuel pun terus melangkah dengan harapan dan iman, membangun bukan hanya gedung, tetapi juga komunitas yang kuat dalam doa dan kasih.

Ibadah Minggu Rogate ini berlangsung dengan penuh berkat, ditutup dengan nyanyian pujian dan doa syafaat. Jemaat pulang dengan hati yang dikuatkan dan diberkati, siap untuk terus menyatakan cahaya kemuliaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Gereja Masih Direnovasi, Di Minggu Rogate Jemaat Tak Henti Menggema Doa untuk Kesejahteraan Bersama

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”

(2 Tawarikh 2:5-6)

Soli Deo Gloria.

Baca Juga :  AHMAD TOHARI, ESTHER HALUK, DAN MURDIONO MOKOGINTA PENERIMA PENGHARGAAN PENULIS 2024

(VIP)