Kinerja Dinas Perikanan Ogan Ilir Menurun, Dampak Efisiensi dan Minim Anggaran

Kinerja Dinas Perikanan Ogan Ilir Menurun, Dampak Efisiensi dan Minim Anggaran

OGAN ILIR, mediasumatera.id – Kinerja dan pelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Ogan Ilir mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, terutama kebijakan efisiensi anggaran pemerintah serta minimnya alokasi dana untuk program kerja. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Ogan Ilir, Dr. Drs. H. Yohanas, M.Pd., saat dikunjungi awak media di ruang kerjanya, Senin (8/6/2026).

Yohanas menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh kegiatan dinas terhenti, termasuk program unggulan seperti penyaluran bibit ikan dan bantuan alat tangkap bagi masyarakat.

“Dampak efisiensi anggaran pemerintah sangat terasa bagi kami. Terutama terlihat dari berkurangnya bahkan hilangnya kegiatan penyaluran bantuan bibit ikan maupun alat tangkap. Begitu juga dengan kunjungan ke lapangan, termasuk tugas Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) di setiap kecamatan, untuk saat ini kegiatan tersebut tidak ada sama sekali,” ungkap Yohanas.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berupaya menjalankan fungsi pengawasan dan pembinaan. Yohanas secara khusus mengimbau seluruh masyarakat yang menangkap ikan di sepanjang aliran Sungai Ogan dan perairan sekitarnya agar tidak menggunakan cara-cara yang merusak lingkungan, seperti alat setrum, bahan beracun, atau zat kimia berbahaya yang dapat mematikan ikan secara massal.

“Kami mengajak semua pihak untuk turut serta melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada sesama nelayan mengenai bahaya praktik penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, pelaku tindakan ini dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1,2 miliar. Kami menghimbau, jangan gunakan alat tangkap yang merusak seperti bom ikan, setrum, atau bahan kimia apa pun. Mari kita jaga kelestarian alam dan keberlanjutan mata pencaharian kita bersama,” tegas Yohanas.

Baca Juga :  Polresta Deli Serdang Apel Gelar Pasukan Ops Mantap Brata Toba 2023 – 2024

Lebih lanjut, Yohanas menyampaikan keprihatinannya mengingat saat ini air di Sungai Ogan mulai surut. Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menangkap ikan menggunakan alat setrum. Sayangnya, masyarakat di sekitar lokasi sering kali tidak melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib. Ia berharap hal ini tidak dibiarkan berlarut-larut agar sumber daya ikan di Ogan Ilir tetap terjaga.

(Junaidi)