PALEMBANG, mediasumatera.id – Seluruh seminaris Seminari Menengah St. Paulus Palembang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di Aula Seminari, Palembang. Pelatihan rutin tahunan ini digelar untuk menggembleng mentalitas serta karakter kepemimpinan para calon imam, khususnya para pengurus kebidelan atau OSIS Seminari.
Mengangkat tema “The Power of Habit: Kecil Aksinya, Besar Manfaatnya”, kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Tanjungkarang, Romo Yohanes Agus Susanto, sebagai narasumber utama bersama timnya.
Formator Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Romo Petrus Sukino, menyampaikan bahwa LDK ini bertujuan mempersiapkan para santri seminari agar siap menjadi pemimpin yang berdaya guna di masa depan.
Fokus Pembentukan Karakter Melalui Kebiasaan Kecil
Rangkaian acara dibuka pada Jumat (4/9/2026) malam. Romo Yohanes Agus Susanto atau yang akrab disapa Romo Santo menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk dari konsistensi menyusun dan menjalankan kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-hari.

Romo Santo mengajak peserta mengkritisi fenomena mentalitas anak muda masa kini, seperti kebiasaan pasif saat berdiskusi tetapi kritis setelah acara usai, hingga kecenderungan membuat komitmen yang tidak realistis.
Pada hari kedua, Sabtu (5/9/2026), materi berlanjut pada pendalaman “7 Kebiasaan yang Efektif”. Seminaris diajak mendisiplinkan diri lewat tindakan sederhana, seperti hadir tepat waktu, menjaga kebersihan, menghargai sesama, serta menjaga tradisi silentium (keheningan).
“Seorang pemimpin itu tidak dilahirkan, tetapi dibentuk dari hal-hal kecil. Pemimpin yang hanya mengandalkan posisi jabatan formal itu mitos; setiap orang pada dasarnya memiliki jiwa kepemimpinan,” tegas Romo Santo.
Selain sesi pemaparan, peserta berkolaborasi dalam kelompok kecil untuk merumuskan profil pemimpin ideal. Beberapa kriteria utama yang dihasilkan antara lain integritas, ketegangan yang adil, daya juang tinggi, serta kemauan untuk mendengarkan.
Pembekalan Public Speaking dan Rencana Aksi Nyata
Sebagai puncak acara pada Minggu (6/9/2026) pagi, para peserta dibekali keterampilan berbicara di depan umum (public speaking). Romo Santo membagikan empat fondasi utama public speaking yang efektif:
• Mindset Berbagi: Berorientasi untuk memberikan manfaat bagi pendengar, bukan sekadar mencari perhatian.
• Struktur Jelas: Menyusun alur pembicaraan yang teratur dan sistematis.
• Artikulasi Presisi: Menyampaikan pesan dengan pengucapan yang tegas dan terang.
• Keselarasan Gestur: Menyeimbangkan bahasa tubuh dengan kata-kata yang diucapkan.
Peserta langsung mempraktikkan materi dengan menyampaikan refleksi pribadi di depan forum, dilanjutkan dengan sesi evaluasi interaktif. Romo Santo juga memberikan tips praktis mengatasi rasa gugup saat berinteraksi, seperti menatap area dahi lawan bicara serta menggunakan kata ganti “saya” agar penyampaian terasa lebih lugas dan tegas.
Rangkaian LDK resmi ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Setiap seminaris merumuskan komitmen konkret yang akan diterapkan dalam jadwal harian seminari, baik untuk pengembangan diri pribadi, angkatan, maupun tugas organisasi kebidelan.(daris)







