Berita  

Menjadi Pekerja Yang Jujur dan Adil Seperti St Yoseph 

Menjadi Pekerja Yang Jujur dan Adil Seperti St Yoseph 

PALEMBANG, mediasumatera.id – Bidang Kerawan Paroki Santo Yoseph Palembang dalam rangka memperingati hari buruh dan hari raya Santo Yoseph Pekerja sebagaimana Yoseph pekerja sebagai pelindung para karyawan atau buruh yang bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dilaksanakan pada hari Kamis, (1/5/2025) melalui Misa Kudus dan Sarasehan yang diikuti oleh kurang lebih 130 peserta.

Menjadi Pekerja Yang Jujur dan Adil Seperti St Yoseph 

Sarasehan Reflektif bertempat di Aula Paroki St Yoseph Jln Jendral Sudirman 128 Palembang menjadikan ruang berbagi, mendengarkan, dan menimba inspirasi spiritual serta sosial dalam menghadapi tantangan dunia masa kini bertema “Menjadi Pekerja yang Jujur dan Adil seperti Santo. Yoseph”, dengan pembicara Andreas Okdi Priantoro Anggota DPRD kota Palembang, Yustinus Joni dari Divisi Pastoral Buruh KKP KAPal dan RD Dionesius Anton Liberto Romo Moderator Kerawam St. Yoseph dengan moderator oleh Maria Yosaphat Dedi Haryanto yang juga Rektor Universitas Katolik Musi Charitas Palembang.

Menjadi Pekerja Yang Jujur dan Adil Seperti St Yoseph 

RD Dionesius Anton Liberto dalam sarasehan tersebut mengungkapkan bahwa dalam dokumen gereja tentang nilai kerja dan Peringatan Santo Yosef Pekerja dirayakan pada tanggal 1 Mei setelah ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1955 untuk menekankan martabat kerja dan makna Hari Buruh. Namun sebelumnya telah dikeluarkan Ensiklik Rerum Novarum (1891) oleh Paus Leo XIII, dokumen ini menjadi dasar ajaran sosial Gereja, membela hak-hak buruh terhadap eksploitasi pada masa revolusi industri. Rerum Novarum menekankan keadilan dalam hubungan antara buruh dan majikan, hak atas upah yang adil, dan hak membentuk serikat pekerja. Dokumen Quadragesimo Anno (1931) oleh Paus Pius XI berfokus tentang peringatan 40 tahun Rerum Novarum berisi tentang kritik kapitalisme yang tidak terkontrol dan komunisme dan mengusulkan prinsip subsidiaritas dan keadilan dalam struktur sosial. Dokumen Mater et Magistra (1961) oleh Paus Yohanes XXIII berfokus tantangan baru ekonomi global pasca-Perang Dunia II menyentuh solidaritas internasional, pembangunan negara berkembang, dan hak buruh di era modern. Dokumen Laborem Exercens (1981) oleh Paus Yohanes Paulus II tentang makna teologis dan spiritual kerja, Bahwa kerja adalah partisipasi manusia dalam penciptaan Allah. Manusia sebagai subjek kerja harus dihormati. Teknologi tidak boleh menggantikan martabat manusia. Dalam Ensiklik ini sangat relevan dengan pesta St. Yosef Pekerja, karena menyoroti spiritualitas kerja dan martabat pekerja. Dokomen Centesimus Annus (1991) oleh Paus Yohanes Paulus II peringatan 100 tahun Rerum Novarum yang menekankan bahwa kerja adalah cara manusia mewujudkan dirinya dan berpartisipasi dalam kebaikan bersama.

Menjadi Pekerja Yang Jujur dan Adil Seperti St Yoseph 

Justinus Joni mengungkapkan tentang nilai kerja Kristiani berupa partisipasi dalam karya penciptaan Allah, Martabat manusia, panggilan dan pelyanan, jalan kekudusan dan kerja dalam solidaritas sosial. Kesederhanaannya terlihat dalam pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu, dan cara hidupnya yang biasa-biasa saja di dalam masyarakat. Dalam pribadi Yusuf, pekerjaan tangan memperoleh suatu dimensi ilahi. Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah.

Menjadi Pekerja Yang Jujur dan Adil Seperti St Yoseph 

Andreas Okdi Priantoro pengurus kerawan Paroki St Yoseph Palembang yang juga sebagai anggota DPRD kota Palembang menyampaikan hal bagaimana belajar dari Santo Yoseph pekerja bahwa kita perlu setia, tunduk dan setia. Selain itu, ada sejumlah peraturan kerja Indonesia, seperti omnibuslow dll, yang mengacu pada Alimortopo dalam hubungan industrialisasi buruh Pancasila. Ternyata nilai nilai kerja dalam konsep gereja dengan industrialisasi Pancasila erat kaitannya. Konsep gotong royong, permusyawaratan, keadilan sosial menjadi akar yang utuh dalam gereja yang dituangkan dalam aturan. Semangat pekerja yang dibangun dengan pengusaha memiliki nilai untuk meneladani taat pada kehendak Tuhan, memiliki perilaku luhur budinya, berbelas kasih. Seperti Santo Yoseph Pelindung Gereja universal, pekerja ,keadilan sosial, orang suci yang diberitugas mulia oleh Allah untuk merawat dan menjaga perawan maria dan Yesus, serta berperan menjaga gereja dan menjadi teladan bagi semua martabat pekerjaan manusia. Andreas berharap masyarakat dapat memberikan masukan tentang masalah tenaga kerja di Palembang menjadikan Perda perburuhan . Sarasehan diakhiri dengan tanya jawab dan diskusi sehingga acara sangat menarik.(daris)