mediasumatera.id – Peletakan batu pertama pembangunan perluasan Gedung Gereja Katolik Penyelenggara Ilahi yang berlokasi di Jalan Garuda Nomor 131, Kelurahan Bandung Kiri, Kota Lubuk Linggau, berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat Katolik setempat dalam upaya meningkatkan sarana peribadatan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi, Ketua TP PKK Kota Lubuk Linggau, Hj. Risca Priba Ayu, unsur Forkopimda, perwakilan perangkat daerah, tokoh agama, serta undangan lainnya. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan nyata terhadap pembangunan fasilitas keagamaan di Kota Lubuk Linggau.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rustam Effendi, menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah bukan sekadar bertujuan menambah atau memperbaiki sarana fisik, melainkan juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam. Rumah ibadah, menurutnya, menjadi pusat pembinaan iman, moral, serta wadah mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan dan pengembangan Gereja Katolik Penyelenggara Ilahi merupakan cerminan nyata dari semangat toleransi, kerukunan, dan keharmonisan antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Kota Lubuk Linggau. Pemerintah Kota Lubuk Linggau, lanjutnya, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif serta kebersamaan umat dalam merealisasikan rencana perluasan gedung gereja tersebut.
“Pemerintah daerah senantiasa mendukung pembangunan sarana ibadah bagi seluruh umat beragama, selama dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini sejalan dengan komitmen kita bersama dalam menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan sosial yang harmonis,” ujarnya.
Peletakan batu pertama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kelancaran proses pembangunan hingga selesai, serta dapat memberikan manfaat besar bagi umat Katolik dan masyarakat sekitar. Dengan adanya perluasan gedung gereja, diharapkan aktivitas peribadatan dan kegiatan sosial keagamaan dapat berjalan lebih nyaman dan optimal.







