BANYUASIN, mediasumatera.id — Perjalanan misi Kongregasi Cinta Kasih Sakramen Mahakudus (Congregation of the Charity of the Sacred Sacrament/CCSS) di Indonesia memasuki babak baru. Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, memimpin Perayaan Ekaristi Pemberkatan Biara dan Rumah Pembinaan Kongregasi CCSS (Biara Inbo) di Sukomoro, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, Kamis (6/8/2026) petang.

Peristiwa bersejarah ini dihadiri langsung oleh Pemimpin Umum CCSS dari Korea Selatan, Sr. Sabina Han CCSS, bersama Dewan Umum, Pemimpin Biara Inbo Sukomoro, Sr. Adelaida Lee CCSS, serta para suster CCSS yang berkarya di Keuskupan Palangkaraya. Misa pemberkatan juga dihadiri puluhan umat serta para biarawati dari berbagai kongregasi, seperti CB, FCh, FSGM, dan HK. Realese yang redaksi terima dari Komsos Keuskupan Agung Palembang melalui Komunio menyebutkan bahwa dalam perayaan tersebut tersebut, Mgr. Yohanes Harun Yuwono didampingi oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang (KAPal) Romo Yohanes Kristianto, Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KAPal Romo Laurentius Rakidi, dan Pastor Paroki St. Stefanus Romo Willybrordus Agus Purwanto OCarm.

Buah Ketataan dan Kemitraan Misi
Dalam homilinya, Mgr. Harun Yuwono menegaskan bahwa perkembangan misi CCSS di tanah air merupakan buah ketaatan pada kehendak Allah dan visi masa depan. Ia mengapresiasi keberanian pimpinan CCSS di Korea Selatan yang meluaskan karya misionaris hingga ke Indonesia.
“Di ladang misi yang baru ini, bibit-bibit panggilan kini mulai tumbuh nyata. Hal ini terbukti dengan adanya tiga calon suster asal Indonesia yang saat ini tengah menjalani pembinaan lanjutan di Korea Selatan,” kata Bapa Uskup.
Mgr. Yuwono juga memotivasi para suster dan calon biarawati agar setia memegang janji iman serta berani menghadapi tantangan zaman layaknya Santo Petrus dan Yohanes Pembaptis. Ia berharap Biara Inbo Sukomoro dapat menjadi rahim pembinaan yang subur bagi terbentuknya para pelayan umat yang mendengarkan hati Allah.
Dukungan Gereja Lokal
Pemimpin Umum CCSS, Sr. Sabina Han CCSS, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehangatan penyambutan Gereja lokal sejak kehadiran pionir CCSS di Keuskupan Agung Palembang tiga tahun lalu.
Secara khusus, Sr. Sabina mengapresiasi kebaikan Romo Laurentius Rakidi yang mendampingi tiga suster pionir, serta menyerahkan wisma PSE untuk sarana pembinaan awal. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para suster FSGM yang setia mendampingi proses adaptasi budaya dan bahasa para misionaris CCSS.

“Perjalanan ini adalah bukti nyata penyelenggaraan Ilahi. Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan yang mewujudkan dan menyempurnakannya,” ujar Sr. Sabina.
Sebagai ungkapan syukur dan persaudaraan, para suster CCSS menyanyikan lagu “Saling Mengasihi” serta membagikan suvenir khas berbahan serat bambu dari Korea Selatan kepada para tamu undangan.
Di Keuskupan Agung Palembang, para suster CCSS saat ini mengambil bagian dalam pelayanan sosial dengan berkarya di Panti Werdha Sumarah dan Wismalat Podomoro di bawah naungan Komisi PSE KAPal melalui Yayasan Sosial Pansos Bodronoyo.(darisawalistyo)







