Berita  

PTPN 1 Regional 7 Kebun Musilandas Sukseskan Gerakan Bank Sampah

PTPN 1 Regional 7 Kebun Musilandas Sukseskan Gerakan Bank Sampah

BANYUASIN, mediasumatera.id – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, PTPN 1 Regional 7 Kebun Musilandas memfasilitasi kegiatan sosialisasi pembentukan Bank Sampah pada Selasa (1/9).

Kegiatan yang berlangsung di Aula milik PTPN ini diketahui merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PTPN 1 Regional 7 kebun Musilandas dan Bank Sampah Indonesia (BSI) dalam memperkuat pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin yang diwakili oleh Kabid Pengolahan Sampah dan B3, Camat Talang Kelapa Salinan, Camat Sembawa Herman Taufik, Lurah Rawamaju, serta pimpinan dan perwakilan BNI Kantor Cabang KM 12.

Turut hadir pula Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Banyuasin, perwakilan Karang Taruna, perwakilan anggota TNI dari ARHANUD 12/SBP, serta Tim Penggerak PKK.

Manager PTPN 1 Regional 7 Kebun Musilandas, M. Arifin Lubis, selaku fasilitator tempat diskusi menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program ini.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk membantu pemerintah daerah dalam menekan volume sampah melalui sistem pengelolaan yang tepat.

“Kami menyambut baik program ini sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam membantu pemerintah mengurangi sampah. Pengelolaan sampah yang baik dan benar harus dilakukan sesuai dengan amanah regulasi yang berlaku,” ujar M. Arifin Lubis di sela-sela diskusi.

PTPN 1 Regional 7 Kebun Musilandas Sukseskan Gerakan Bank Sampah

Melalui sinergi ini, Bank Sampah yang dibentuk oleh PTPN 1 diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama yang mengcover setidaknya area Kecamatan Talang Kelapa dan Kecamatan Sembawa.

Tantangan di lapangan diakui oleh Camat Sembawa, Herman Taufik. Ia menjelaskan bahwa beberapa desa di wilayahnya sebenarnya telah membentuk bank sampah, namun kerap menghadapi kendala operasional.

“Salah satu kendala utama kami adalah belum adanya off-taker (penyerap) yang siap menerima seluruh sampah yang telah dipilah.

Kami berharap kehadiran Bank Sampah Indonesia dapat menjadi solusi untuk menyerap sampah-sampah terpilah tersebut,” harap Herman.

Senada dengan hal itu, Camat Talang Kelapa, Salinan, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen BSI yang terlibat langsung dari hulu ke hilir.

Untik diketahui, di wilayah Talang Kelapa sendiri saat ini sudah terbentuk 18 Bank Sampah.

“Konsep yang ditawarkan Bank Sampah Indonesia sangat praktis. Kita tidak perlu menyiapkan gudang besar, melainkan cukup menggunakan sistem pengangkutan sampah terjadwal yang disiapkan langsung oleh BSI,” jelas Salinan.

Namun, Salinan juga mengingatkan bahwa menjaga konsistensi dalam mengelola sampah bukanlah perkara mudah. Ia berpesan kepada para pengelola lingkungan agar tetap teguh dan tidak mudah goyah oleh isu-isu yang dapat melemahkan semangat cinta lingkungan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin menegaskan agar gerakan ini tidak eksklusif di lingkungan perkebunan PTPN saja.

DLH meminta agar sosialisasi ini menjadi pemantik yang menularkan kebiasaan memilah sampah hingga ke tingkat akar rumput, termasuk ke seluruh sektor pemukiman warga.

Menanggapi harapan-harapan tersebut, Direktur Bank Sampah Indonesia, Hanardono, yang memimpin langsung jalannya sosialisasi, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendampingi pemerintah daerah.

BSI hadir memberikan edukasi menyeluruh mengenai pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, termasuk membuka potensi circular economy (ekonomi sirkular) yang menguntungkan masyarakat.

“BSI siap membantu seluruh daerah, termasuk Banyuasin, untuk berbenah dan lepas dari sanksi (punishment) Kementerian Lingkungan Hidup yang saat ini membayangi hampir seluruh wilayah di Indonesia,” pungkas Hanardono.