Quo Vadis Pendidikan Indonesia?

Quo Vadis Pendidikan Indonesia?

mediasumatera.id – Kualitas Pendidikan signifikan berpengaruh dengan kemajuan suatu bangsa, karena pendidikan adalah fondasi utama untuk pembangunan sumberdaya manusia unggul. Manusia unggul menjadi komponen utama untuk   kemajuan suatu bangsa.

Setiap tanggal 2 Mei kita peringati sebagai  Hari Pendidikan Nasional  (Hardiknas) bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, sang Bapak Pendidikan Nasional. Bapak  Dewantara telah meletakkan pondasi dan nilai keteladanan dalam semboyan  “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”. Yang berarti bahwa Pendidikan itu harus menghasilkan   figur-figur pemimpin selain menjadi suri tauladan atau panutan, juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral bagi orang-orang di sekitarnya untuk menjadi lebih baik.

Sejak ditetapkannya Hardiknas  melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959, kita telah merayakan Hardiknas selama 7 dekade.  Perlu melihat  kembali perjalanan Pendidikan dan  menakar arah masa depan pendidikan kita, supaya terwujudkan Pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Pendidikan Indonesia selama 8 dekade sejak merdeka mengalami kemajuan, namun berdasarkan Evaluasi Kinerja Pendidikan atau Programme for International Student Assessment (PISA) sejak tahun 2012 kualitas Pendidikan menurun hingga tahun 2022 (Gambar 1). Nilai PISA ini memberikan gambaran tentang kinerja siswa  dalam bidang membaca, matematika, dan sains selama dekade terakhir terus menurun.  Nilai PISA paling rendah terjadi ditahun 2022 diperkirakan sebagai dampak dari Covid-19 tahun 2019-2020 dimana kegiatan belajar mengajar secara daring.

 

Selama dua dekade terakhir ini evaluasi PISA juga  menunjukkan Indonesia berada diurutan 6 dari 8 di negara negara di Asean.  Oleh karena itu, untuk menggapai tujuan Pendidikan yang berkualitas dan inklusif diperlukan kerja keras dan kemauan politik yang berpihak kepada  Pendidikan di Indonesia.

Baca Juga :  Syafrudin Budiman SIP., Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai UKM Indonesia “Landasan Perjuangan Partai UKM Indonesia”

Peningkatan kualitas pendidikan sebagai suatu sistem ditentukan oleh berbagai komponen yang saling berinteraksi. Komponen utama yang berpengaruh signifikan adalah  (1) Kualitas Guru dan Manajemen, (2) Kurikulum, (3) Fasilitas dan Infrastruktur (ruangan kelas yang memadai, laboratorium, teknologi yang mendukung pembelajaran yang efektif, dan lain-lain)  dan (4) Komponen lainnya.  Untuk menyajikan proses Pendidikan yang berkualitas, idealnya semua komponen ini harus tersedia sesuai standar.  Mengingat jumlah penduduk Indonesia usia sekolah sangat banyak yang tersebar dari Sabang sampai Marauke.  Oleh karena itu bisa dilaksanakan secara bertahap dengan menentukan skala prioritas.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa komponen Guru dan tenaga kependidikan menjadi komponen yang paling besar kontribusinya untuk menjamin kualitas Pendidikan seperti yang terjadi di berbagai negara maju seperti di Singapore, Jepang, Korea, dan lain lain.  Oleh karena itu penyediaan Guru yang berkualitas menjadi prioritas utama. Pemerintah bisa membuat program khusus jangka panjang untuk penyediaan guru yang berkualitas.  Bagi calon-calon guru akan diseleksi secara ketat dengan beasiswa dan akan ditempatkan secara merata di seluruh Indonesia. Program jangka pendek adalah meningkatkan kualitas para guru yang ada di seluruh Indonesia melalui pelatihan dan pendidikan yang dirancang secara baik untuk memastikan kompetensi pedagogis dan profesionalisme para guru.  Tahap selanjutnya adalah pengembangan  Kurikulum yang Relevan.  Kurikulum harus kontekstual, adaptif, dan fokus pada kompetensi. Fasilitas dan Infrastruktur yang memadai juaga secara bertahap juga harus dipenuhi seperti ruang kelas yang layak, laboratorium, perpustakaan, dan akses teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.

Hardiknas tahun 2025 mengambil tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” dengan menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan inklusif.  Penurunan kualitas Pendidikan di Indonesia selama satu dekade terakhir ini menjadi keprihatikan kita semua.   Saat ini terjadi perubahan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk Pendidikan akibat inovasi atau teknologi baru sehingga terjadi perubahan besar-besaran yang mengubah tatanan lama menjadi sesuatu yang baru (disrupsi).  Evaluasi Kurikulum perlu juga dilakukan. Apakah kurikulum yang ada sudah memenuhi  kebutuhan di era disrupsi ini. Hal ini perlu diselasarkan dengan harapan, Pendidikan yang berkualitas menjadi jalan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  EKSISTENSI SEKOLAH SWASTA DAN TAHUN AJARAN BARU

Peningkatan kualitas Pendidikan Indonesia akan tercapai lebih cepat jika semua komponen bangsa berpartisipasi sesuai dengan tema Hardiknas tahun 2025 yakni: Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.  Contoh partisipasi aktif masyarakat dalam  pengembangan Pendidikan bermutu seperti SMA unggulan DEL di Sumatra Utara.  SMA Unggul Del   beroperasi sejak 2012 dan sudah menduduki peringkat ke-12 nasional dalam rangking SMA terbaik di Indonesia.  Tahun 2025 ini, melalui SNBP sejumlah 30 siswa SMA Unggul Del berhasil diterima di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia dan beberapa mendapat beasiswa melanjutkan ke universitas ternama di luar negeri.

Quo vadis pendidikan Indonesia? Pengembangan Pendidikan berkualitas menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkeadilan untuk  seluruh masyarakat Indonesia. Pendidikan harus menjadi alat pembebas dari kebodohan dan kemiskinan serta pembentukan karakter.  Pendidikan bukan sekadar kegiatan bisnis  semata tetapi sebagai gerakan kebudayaan sesuai dengan cita cita luhur bapak Pendidikan Nasional untuk menghasilkan makluk insani yang menjadi suri tauladan, mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral bagi sesama untuk menjadi lebih baik.

  • Dosen IPB Bogor.