PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Shalom….Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai, sukacita, dan pengharapan dariNya senantiasa menyertai setiap langkah hidup kita, menuntun hati untuk setia berjalan di jalan kebenaran, dan menguatkan kita dalam menghadapi setiap salib kehidupan. Tetaplah teguh dalam iman, karena kasihNya tak pernah berkesudahan.
Bagaimana kabar Saudara/i di hari ini? Saya berharap dapat menjumpai Saudara/i dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, hati yang damai, serta sukacita yang melimpah. Kiranya setiap langkah Saudara/i hari ini dipenuhi berkat dan penyertaan Tuhan, sehingga apa pun yang Saudara/i kerjakan menjadi saluran kasih bagi sesama.
Renungan ini disampaikan oleh Inang Pdt. Maria br Simatupang, M.Th., yang pernah menjabat Kadep Apostolat, dan saat ini di Kantor Sinode GKPI.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan, karena keyakinan iman kita pada hari ini adalah: kita tidak pernah berjalan sendiri. Tuhan menyertai kita. Tuhan Allah bekerja di dalam kehidupan kita untuk mendatangkan berbagai kebaikan. Bahkan ketika kita tidak melihat jalan, Tuhan sedang menyiapkan jalan. Ketika kita merasa lemah, Tuhan sedang menguatkan. Karena itu, kita adalah orang-orang yang sangat dikasihi dan diingat oleh Tuhan.
Firman Tuhan pada hari ini mengajak kita melihat kembali ucapan bahagia yang disampaikan Yesus dalam Matius 5. Ada tiga hal yang hendak kita renungkan: hati yang tulus, hidup sebagai pembawa damai, dan tetap setia dalam kebenaran meskipun mengalami penderitaan.
- Berbahagialah orang yang suci hatinya
Firman Tuhan berkata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Kata kunci di sini adalah hati yang suci, hati yang tulus. Hati yang tidak munafik. Hati yang tidak memakai topeng. Dunia ini sering mengajarkan bahwa untuk mencapai kebahagiaan, orang harus berpura-pura, bersandiwara, bahkan bersikap hipokrit. Di depan orang lain terlihat baik, tetapi di dalam hati penuh kepentingan.
Namun firman Tuhan melampaui semua itu. Tuhan tidak melihat penampilan luar, Tuhan melihat hati. Orang yang hatinya tulus adalah orang yang kuat. Bukan karena dia punya banyak harta. Bukan karena dia punya jabatan atau prestasi. Tetapi karena hatinya bersih di hadapan Tuhan.
Orang yang tulus tidak perlu berpura-pura. Ia hidup apa adanya di hadapan Allah. Dan justru di situlah kekuatan sejati. Orang yang tulus dapat melihat karya Allah. Ia merasakan kehadiran Tuhan. Ia mengalami bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Saudara-saudaraku,
Orang yang kuat di muka bumi ini bukanlah yang paling kaya atau paling berkuasa. Orang yang kuat adalah orang yang memiliki hati yang tulus. Sebab melalui ketulusan, kita melihat Allah bekerja. Melalui ketulusan, kita mengalami kasih Tuhan yang nyata.
Karena itu, mari kita bersyukur dan berdoa: “Tuhan, sucikan hati kami. Jauhkan kemunafikan dari hidup kami. Ajarlah kami hidup dalam ketulusan.”
- Berbahagialah orang yang membawa damai
Firman Tuhan berkata: “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Bapak, Ibu, saudara yang terkasih, Seringkali kita melihat konflik di tengah keluarga, di tengah jemaat, di tengah masyarakat. Dan kadang penyelesaiannya hanya di permukaan: makan bersama, saling mendekat secara emosional, atau karena hubungan keluarga. Lalu orang berkata: “Sudah damai.”
Tetapi damai yang dimaksud firman Tuhan bukan sekadar tidak bertengkar. Damai yang dimaksud adalah damai sejahtera Kristus. Dalam bahasa Ibrani disebut shalom. Artinya bukan hanya tidak ada konflik, tetapi hadirnya Tuhan di tengah-tengah kita.
Yesus Kristus adalah damai sejahtera itu. Maka orang yang membawa damai adalah orang yang menghadirkan Kristus. Ia tidak hanya menyelesaikan konflik dengan pendekatan manusia. Ia menghadirkan firman Tuhan. Ia mengajak orang kembali kepada kasih Allah.
Saudara-saudaraku,
Menjadi pembawa damai berarti kita menjadi media Tuhan. Tuhan memakai kita untuk menyampaikan kasihNya, pengampunanNya, dan kebenaranNya. Ketika kita membawa damai, kita sedang membawa Kristus hadir di tengah dunia yang penuh konflik.
Dan firman Tuhan berkata: Mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mungkin kita merasa, “Apakah saya layak disebut anak Allah?”
Status itu sangat tinggi. Tetapi firman Tuhan itu benar. Ketika kita menghadirkan damai Kristus, di situlah kita disebut anak-anak Allah. Di situlah kebahagiaan sejati.
Karena itu, marilah kita menjadi pembawa damai di rumah, di gereja, di tempat kerja, di masyarakat. Bukan dengan kekuatan kita, tetapi dengan kasih dan firman Tuhan.
- Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran
Firman Tuhan juga berkata: “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Ini bukan hal yang mudah. Siapa yang mau dianiaya? Siapa yang mau ditolak? Siapa yang mau disalahpahami? Tetapi Yesus berkata: berbahagialah.
Mengapa?
Karena penderitaan itu bukan sia-sia. Ketika kita berdiri di dalam kebenaran, Tuhan melihat. Ketika kita tetap setia, Tuhan menyertai. Ketika kita dianiaya karena iman, kita sedang berjalan di jalan yang sama dengan Kristus.
Dunia mungkin menilai kita gagal. Dunia mungkin menolak kita. Tetapi Kerajaan Allah adalah milik kita. Inilah kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan. Kebahagiaan yang lahir dari hubungan kita dengan Tuhan.
Penutup
Bapak, Ibu, dan saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan,
Hari ini firman Tuhan mengajak kita untuk hidup dalam tiga hal:
- Memiliki hati yang tulus : hati yang suci di hadapan Tuhan.
- Menjadi pembawa damai : menghadirkan Kristus di tengah dunia.
- Tetap setia dalam kebenaran : sekalipun harus menghadapi penderitaan.
Percayalah, kita tidak sendiri. Tuhan bersama kita. Tuhan bekerja dalam hidup kita. Dan Tuhan akan mendatangkan kebaikan bagi kita.
Marilah kita menjadi orang-orang yang berbahagia menurut firman Tuhan. Bukan bahagia menurut ukuran dunia, tetapi bahagia menurut ukuran Allah.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati yang tulus, menjadi pembawa damai, dan tetap setia dalam kebenaran. Dan kiranya damai sejahtera Kristus memenuhi hati kita semua.
Amin.
(VIP)







