Berita  

*Saat Kita Berdiri di Hadapan TakhtaNya: Renungan Mendalam tentang Penghakiman Terakhir dari Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th*

*Saat Kita Berdiri di Hadapan TakhtaNya: Renungan Mendalam tentang Penghakiman Terakhir dari Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th*

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Akhir Tahun Gerejawi di GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar berlangsung penuh sukacita, kesyahduan, dan penghayatan meski proses renovasi rumah Tuhan masih terus berjalan. Jemaat datang dengan hati yang rindu bersekutu dengan Tuhan. Di tengah batu, debu, dan renovasi yang belum rampung, tampak bahwa Allah sedang melakukan pekerjaan yang jauh lebih besar: menanam benih iman baru dan memperbaharui hati umatNya.

Ibadah dimulai dengan pujian dari Pelengkap Kidung Jemaat yang diiringi lembut oleh Pemudi Elisabeth br Ujung, membawa jemaat masuk dalam suasana teduh dan penuh penyembahan. Liturgi dipimpin oleh Amang Pnt. A. Lubis, dengan pembacaan epistel dari Zefanya 1:1–7, Firman yang menegaskan hari Tuhan yang besar dan penuh kekudusan.

Pemberitaan Firman disampaikan oleh Amang Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th, dengan tema yang menggugah kesadaran rohani:

“Penghakiman Yang Terakhir.”

Dalam khotbahnya, beliau mengajak jemaat melihat hidup dari perspektif kekekalan. Dengan suara lembut namun penuh kuasa rohani, beliau berkata:

“Kita sedang mengakhiri Tahun Gerejawi dan memasuki masa Advent. Ini bukan hanya perubahan kalender gereja, tetapi panggilan untuk mempersiapkan hati. Kematian bukan kekelaman bagi orang percaya, tetapi jembatan penuh kasih untuk bertemu Kristus.”

Amang Pdt. Tubiran M.T Simamora, M.Th melanjutkan dengan pertanyaan yang sering menghantui hati manusia:

“Ke mana sesungguhnya manusia pergi setelah meninggal dunia?”

Pdt. Tubiran M.T Simamora, M.Th menegaskan dengan terang:

1. Orang yang telah meninggal sudah kembali ke tanah.

2. Tidak ada hubungan antara orang mati dan orang hidup.

3. Orang mati tidak perlu didoakan karena perjalanan mereka sudah selesai.

4. Kematian adalah pintu menuju perjumpaan dengan Kristus.

Amang Pdt TMT Simamora, M.Th menekankan bahwa suatu saat Kristus akan datang sebagai Raja yang menghakimi orang yang hidup dan mati. Maka seluruh manusia akan dihakimi menurut perbuatannya, apakah sejalan dengan iman yang mereka akui.

Baca Juga :  Perayaan Ekaristi Colours Choir: Syukur Atas Gelar Juara dalam 5th IBCF 2025

*“Kita selamat karena iman. Tetapi iman tanpa perbuatan adalah mati.”*

*“Sia-sia mengaku sebagai milik Kristus jika kita tidak hidup sesuai FirmanNya.”*

*“Selama kita diberi hidup, gunakanlah waktu ini untuk percaya, bertobat, dan berbuat benar.”*

Beliau mengajak jemaat bukan untuk mengoreksi kehidupan orang lain, tetapi untuk memulai dari hati sendiri:

“Mari kita introspeksi diri. Apakah perbuatan kita selaras dengan iman kita? Tidak semua yang berseru ‘Tuhan, Tuhan’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendakNya.”

Di akhir khotbah, beliau menutup dengan pertanyaan yang menembus hati:

“Ke manakah kita setelah meninggal dunia kelak? Apakah kita akan masuk ke dalam kehidupan yang kekal bersama Kristus?”

Pertanyaan itu menggugah banyak jemaat. Suasana menjadi hening. Beberapa meneteskan air mata, bukan karena takut, tetapi karena tersentuh oleh kebenaran Firman yang mengingatkan bahwa kehidupan ini sementara, namun kekekalan sangat nyata.

Doa syafaat dipimpin oleh Inang Pnt. U br Tobing yang memohonkan pemulihan bagi jemaat yang berduka, sakit, atau sedang dalam pergumulan.

Pujian dipimpin oleh pemuda–pemudi Helwis Togatorop dan Inggrid br Ginting, diiringi organ lembut Pemudi Elisabeth br Ujung.

Persembahan dilayani oleh Amang Pnt. U Marpaung dan C.Pnt. B Simangunsong.

Penerimaan tamu dilayani oleh Amang Pnt. P.H Turnip dan Amang C.Pnt P. Purba

*Warta Jemaat*

1. Persembahan ke depan, untuk mendukung Dana Renovasi GKPI JK Immanuel.

2. Bakti bulanan, dimohon segera dilunasi untuk mendukung kegiatan Natal dan pelayanan 2025.

3. Rencana Program Pelayanan Tahun 2026, setiap Ketua Seksi menyerahkan programnya kepada Pengurus Harian Jemaat.

4. Sidang Majelis Jemaat, Minggu, 30 November 2025 setelah ibadah siang.

5. Akhir Tahun Gerejawi 2025, pembacaan dan mengenang saudara/i yang telah dipanggil Tuhan.

Baca Juga :  Nikel Anti Rakyat : Benahi atau Moratorium?

6. Berita Dukacita, pada hari Jumat, 21 November 2025 telah meninggal dunia Inang Pnt. (Emeritus) Albine br Panggabean (Op. Ruth boru) dari sektor 1.

7. Dekorasi Gereja, pada hari Selasa, 25 November 2025 pukul 14.00 WIB. Jemaat diharapkan berpartisipasi.

Walaupun renovasi gedung gereja masih berlangsung, seluruh jemaat merasakan bahwa Allah sedang melakukan renovasi rohani atas hidup umatNya. Ia menegakkan kembali tembok iman yang mungkin retak oleh keletihan, dosa, atau keraguan.

Di akhir ibadah, suasana menjadi sangat hening. Banyak jemaat merenung, dan beberapa meneteskan air mata. Itu bukan kesedihan, tetapi sentuhan lembut Roh Kudus yang membuka hati mereka.

Semoga setiap jemaat yang hadir dan membaca berita ini diingatkan bahwa:

*Penghakiman Tuhan itu nyata. Kekekalan itu nyata. Dan kesempatan untuk bertobat adalah hari ini.*

Marilah kita membuka hati agar Allah membentuk, menguduskan, dan memakai hidup kita sebagai cermin kasih Kristus di mana pun kita berada.

*Saat Kita Berdiri di Hadapan TakhtaNya: Renungan Mendalam tentang Penghakiman Terakhir dari Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th*

*Saat Kita Berdiri di Hadapan TakhtaNya: Renungan Mendalam tentang Penghakiman Terakhir dari Pdt. T.M.T. Simamora, M.Th*

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:

🏦 Bank: Bank SUMUT

💳 Nomor Rekening: 22002040465521

📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

“Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kita lebih besar dari segala allah. Tetapi siapakah yang mampu mendirikan rumah bagi-Nya, karena langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku mampu mendirikan rumah bagi-Nya, kecuali hanya untuk membakar korban di hadapan-Nya?”

(2 Tawarikh 2:5-6)

Soli Deo Gloria.

(VIP)