Jumat, 12 Juli 2024

Sejumlah Partai Baru Bakal Tak Lolos ke Senayan, Pengamat : Bentuk Partai Lokal atau Melebur

Sejumlah Partai Baru Bakal Tak Lolos ke Senayan, Pengamat : Bentuk Partai Lokal atau Melebur

mediasumatera.id – Perhitungan real count suara Pileg 2024 Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga kini masih terus berlangsung.

Namun begitu, dari hasil real count, nampaknya sudah terlihat partai-partai yang bakal tidak lolos ke senayan atau parlemen threshold (ambang batas parlemen).

Dari hasil rilis sementara real count KPU di website Pemilu2024.kpu.go.id, Jumat (1/3/2024) sejumlah partai khususnya partai baru sulit untuk lolos parlemen threshold.

Partai-partai itu yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan perolehan 3 persen, Partai Gelora dengan 1,35 persen, dan Partai Perindo dengan 1,26 persen.

Sedangkan lima partai politik lainnya mencatatkan perolehan suara di bawah 1 persen, termasuk Partai Hanura dengan 0,73 persen, Partai Buruh dengan 0,59 persen, Partai Ummat dengan 0,42 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) dengan 0,33 persen, dan Partai Garda dengan 0,29 persen.

Yang paling mengejutkan adalah perolehan suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengalami penurunan signifikan, hanya mencatatkan 3,97 persen suara.

Meskipun demikian, data yang masuk ke KPU saat ini masih kurang 34,33 persen.

Ada harapan bagi PPP dan beberapa partai lainnya untuk meningkatkan suaranya, namun semua akan ditentukan pada 20 Maret mendatang, yang memberikan waktu 19 harilagi.

Terkait hal itu, Pengamat Sosial dan Politik Sumsel, Drs. Bagindo Togar Butar Butar angkat bicara.

Dia mengatakan, hasil pemilu ini harus menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi partai-partai yang berhasil melewati ambang batas parlemen, sekaligus bagi yang tidak berhasil.

“Hasil pemilu ini harus dijadikan sebagai pembelajaran yang berharga. Hal ini juga menegaskan bahwa membentuk partai politik yang besar dan kuat bukanlah perkara yang mudah,” ujar Bagindo, Jumat 1 Maret 2024.

Lebih lanjut, Bagindo menjelaskan bahwa pendirian sebuah partai politik tidak hanya bergantung pada popularitas tokoh sentral saja.

Baca Juga :  Walau Beda Partai dengan Keluarga Besar, Ari Pribadi Setiadarma dan Retna Pisceska Yakin Bangun Kota Depok dan Bekasi

Diperlukan juga kekuatan finansial, kesatuan dalam organisasi, kemampuan untuk memobilisasi seluruh kader agar berjuang dengan maksimal untuk memperbesar partai, dan sejumlah kemampuan lainnya..

Bagindo juga memberikan saran kepada partai-partai yang gagal masuk parlemen untuk lebih realistis dengan tidak memaksakan diri menjadi partai nasional.

“Sebaiknya, partai-partai yang tidak lolos ini segera mengambil langkah konkrit agar tetap dapat berkecimpung dalam dunia politik. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan membentuk partai lokal. Contohnya, di Aceh, banyak partai lokal yang masih eksis,” jelasnya.

Selain itu, Bagindo juga menyarankan langkah lain yang dianggap cukup baik, yaitu dengan melebur ke dalam partai lain yang memiliki ideologi serupa.

Misalnya, Partai Umat dapat melebur ke dalam PKS, dan partai-partai nasionalis dapat melebur ke dalam partai yang memiliki ideologi yang serupa.

“Dengan langkah ini, kader terbaik dari partai-partai yang melebur berpeluang untuk menduduki kursi di parlemen pada pemilihan umum mendatang,” tambahnya.

Bagindo Togar Butar Butar berharap agar partai politik yang terkena dampak hasil pemilu ini dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk tetap relevan dalam dinamika politik Indonesia.