Selasa, 24 Agustus 2021 8:53 WIB

Sekolah Yang Melaksanakan PTM, Harus Ada Surat Pernyataan Izin dari Orang Tua Siswa, Ketua PJPP Sumsel : Hal Itu Kurang Pas

Oleh : | Editor :
Dibaca :385 kali dibaca | Durasi baca : 3 Menit

Junaidi Hutauruk : Kalau memang orang tua harus membuat pernyataan orang tuanya sudah mengizinkan betul untuk tatap muka, dengan adanya surat pernyataan hitam diatas putih, maka saya rasa itu kurang pas, seolah-olah pemerintah lepas tangan akan resiko yang akan timbul pada siswa saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan menimbulkan Cluster baru dalam penyebaran Covid-19. Saya mengharapkan Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera selatan betul-betul mempersiapkan segala sesuatunya.

MEDIASUMATERA.ID-SUMSEL : Dinas Pendidikan Sumsel tetap mengacu pada surat edaran Gubernur Sumsel tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Selain itu, persetujuan dari orang tua siswa juga menjadi syarat untuk melaksanakam PTM. Kepala Dinas Pendidikan  (Disdik) Provinsi Sumsel H Riza Fahlevi saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (23/8/2021).

Reza Fahlevi  mengatakan,  Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari awal empat menteri sudah menyatakan silakan  pembelajaran tatap muka terbatas pada 12  Juli 2021.

“Pada prinsipnya, orang tuanya sudah mengizinkan betul untuk tatap muka, dengan adanya surat pernyataan hitam diatas putih, mereka siap  bertangung jawab bersama sekolah. Jangan sampai ketika ada cluster baru di sekolah, orang tua menyalahkan guru, dan sekolah,” ujarnya.

Riza Fahlevi menuturkan, sudah sebagian daerah yang melaksanakan PTM terbatas dengan prokes yang sangat ketat. “Sekolah yang sudah melaksanakan PTM itu melaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Karena dalam satu kelas, siswa yang ikut PTM hanya setengah dari jumlah siswa. Sehingga kehadiran siswa dibuat bergantian, sehingga tempat duduk siswa dibuat berjarak. Intinya seluruh yang ada dalam lingkungan sekolah wajib menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” bebernya.

“Jika PPKM sudah tidak ada lagi, kita tetap mengacu pada surat edaran empat Menteri yang membolehkan sekolah melaksanakan PTM, dengan prokes ketat,” tambah Riza Fahlevi.

Baca Juga :  Sulit Memilih Perkuliahan di Masa Pandemi, Menentukan Jurusan Yang Semakin Dibutuhkan Untuk Peluang Kerja Yang Terbuka Lebar

Dia mengungkapkan,  jika dari arus bawah mau yakni orang tua siswa mau anaknya mengikuti PTM, ya silakan, asal tetap prokes. “Ada sekolah yang siswanya hadir sekitar 20 persen dari jumlah siswa, ada yang 50 persen siswa yang hadir mengikuti PTM, itu sesuai kebijakan sekolah masing masing,” ucapnya.

Riza Fahlevi mengungkapkan, jika ditemukan kasus covid-19 di sekolah, maka sekolah harus menghentikan PTM, tanpa harus menunggu petunjuk dari Diknas. “Sekolah yang tau kondisi lingkungannya,” pungkasnya.

Sementara ditempat yang berbeda, Ketua Forum Jurnalis Peduli Pendidikan (FJPP) Sumsel, Junaidi Hutauruk, SH., mengatakan, Pada dasarnya kita setuju dan sepakat untuk mengacu pada surat edaran Gubernur Sumsel tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang merupakan turunan dari Putusan Empat Menteri yang membolehkan sekolah melaksanakan PTM, dengan prokes ketat, Namun Hal ini harus betul betul di persiapkan, selama dua tahun pandemi Covid-19 yang melanda Negeri ini, pembelajaran jarak jauh menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan, seperti putus sekolah, penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan risiko eksternal lainnya. Seperti diketahui, sejak Juli 2020, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai bagian dari upaya menekan dampak negatif yang berkepanjangan akibat tidak terjadinya pembelajaran tatap muka. Tegasnya.

Sekolah Yang Melaksanakan PTM, Harus Ada Surat Pernyataan Izin dari Orang Tua Siswa, Ketua PJPP Sumsel : Hal Itu Kurang Pas
Junaidi Hutauruk, SH., Ketua Forum Jurnalis Peduli Pendidikan Sumatera selatan

Junaidi menambahkan, Kalau memang orang tua harus membuat pernyataan orang tuanya sudah mengizinkan betul untuk tatap muka, dengan adanya surat pernyataan hitam diatas putih, maka saya rasa itu kurang pas, seolah-olah pemerintah lepas tangan akan resiko yang akan timbul pada siswa saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan menimbulkan Cluster baru dalam penyebaran Covid-19. Saya mengharapkan Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera selatan betul-betul mempersiapkan segala sesuatunya. Ungkap Pria yang berprofesi sebagai Jurnalis ini.

Baca Juga :  DPD Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) Sumsel Beri Ucapan Selamat Ultah Kepada Bupati Muba

Ketua FJPP Sumsel ini mempertanyakan, syarat pembukaan sekolah tatap muka sendiri adalah, cakupan vaksin yang telah mencapai 100 persen untuk seluruh tenaga pengajar, apakah itu sudah terealisasi?…, Kemudian untuk Fasilitas Protokol kesehatan di sekolah apakah sudah dilengkapi, dan system pertemuan dalam tatap muka apakah sudah diatur agas tidak terjadi penumpukan, Nah hal inilah yang harus diperhatikan.

Sekolah Yang Melaksanakan PTM, Harus Ada Surat Pernyataan Izin dari Orang Tua Siswa, Ketua PJPP Sumsel : Hal Itu Kurang Pas
Junaidi menambahkan, Kalau memang orang tua harus membuat pernyataan orang tuanya sudah mengizinkan betul untuk tatap muka, dengan adanya surat pernyataan hitam diatas putih, maka saya rasa itu kurang pas, seolah-olah pemerintah lepas tangan akan resiko yang akan timbul pada siswa saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan menimbulkan Cluster baru dalam penyebaran Covid-19.

“Jika semua itu sudah terealisasi ya silahkan saja laksanakan sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Artinya Pemerintah sudah siap dalam menerapkan Prokes yang sangat ketat, dan saya rasa pernyataan orang tua untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tidak perlu lagi, karena ini merupakan tanggung jawab bersama dimasa pandemic ini. Tutupnya. (Red)

Komentar

News Feed