MEDIA SUMATERA, PALEMBANG – Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini
– Status zona penyebaran Covid-19 di Sumsel kini semakin menuju ke perbaikan.
Berdasarkan data perkembangan harian Covid-19 di Sumsel pada 23 November 2021, ada tiga kabupaten/kota di Sumsel masuk zona hijau yakni, Musi Banyuasin, Lubuklinggau dan Palembang.
Sementara itu, 14 kabupaten /kota di Sumsel lainnnya kini berstatus zona kuning.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, mengatakan, perubahan zonasi di tiga kabupaten ini merupakan hal positif yang baru bagi Sumsel.
“Penambahan dua zona hijau ini merupakan kabar baik,” katanya, Jumat (12/11/2021).
Ia menjelaskan, zona hijau artinya sebuah wilayah atau daerah sudah tidak ada kasus atau infeksi virus corona.
Aktivitas seperti biasa juga sudah bisa berjalan dengan normal.
Namun, pada wilayah zona hijau tetap perlu ada kesadaran masyarakat untuk meningkatkan jarak sosial, cuci tangan, hingga pemakaian masker.
Kemudian, zona kuning memiliki pengertian ada beberapa kasus Covid-19 dengan beberapa penularan lokal.
Di zona ini bisa dilakukan pembatasan aktivitas secara parsial.
Selain itu, zona kuning akan menerapkan protokol kesehatan yang sama dengan Zona Hijau yaitu dengan mengidentifikasi kontak dari kasus yang dikonfirmasi (pelacakan kontak), dan melakukan pengujian, pemantauan maupun isolasi mandiri.
Menurut Lesty, 14 kabupaten dan kota lain di Sumsel yang masih tercatat sebagai zona kuning atau kategori sedang memerlukan upaya yang lebih masif dari pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk lebih aktif dalam melakukan 3T (tracing, testing dan treatment).
“Saat ini yang paling penting adalah menjaganya agar tidak ada penambahan kasus baru,” ujar Lesty.
Kendati mulai berangsur menuju perbaikan zona yang lebih baik, Lesty menyebut masyarakat harus tetap waspada dengan perubahan zona yang sifatnya dinamis.
Di satu sisi, demi mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) di awal tahun 2022, pemerintah daerah juga terus menggencarkan program vaksinasi ke berbagai kalangan dan kelompok usia.
“Masyarakat semua, terutama yang berada di zona kuning ini juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Lesty.
Palembang Zona Hijau
Wali kota Palembang. Harnojoyo, menyebut saat ini kota Palembang masuk dalam kategori daerah zona hijau penyebaran Covid-19.
Penetapan status zona hijau tersebut berdasarkan surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diterima bagian hukum pada hari ini, Senin (23/11/2021).
“Alhamdulillah saya baru meneruskan surat Mendagri saat ini Kota Palembang terkait keadaan Covid-19 sudah sudah level satu dan zona sudah hijau. (Ini) artinya kegiatan sudah berbeda dengan PPKM kemarin kerjanya 50 persen di rumah 50 di kanotr sekarang sudah 75 prersen 25 persen,” ujar Harnojoyo, Senin (23/11/2021).
Zona hijau mengindikasikan sebagai daerah dengan nihil tambahan kasus Covid-19.
Aktivitas di daerah zona hijau sudah boleh dilakukan seperti biasa dan juga berjalan dengan normal.
Dengan status zona terbaru ini, menurut Harnojoyo, mal dan fasilitas publik lainnya sudah dipebolehkan membuka opersional secara 100 persen.
“Tetapi, tetap mengedepankan protokol kesehatan karena kita tidak boleh euforia. Apalagi akan menghadapai Nataru,” katanya.
Dia menjelaskan, meskipun sudah mendapatkan himbauan mengenai penurunan zona, namun pihaknya belum bisa membuat aturan tertulis.
“Imbauan bahwa untuk Nataru yang terbaru mudah-mudahan dengan kebersamaan kita, apa yang menjadi instruksi pemerintah pusat kita tindaklanjuti,” jelasnya.
Terkait pemberlakuan PPKM Level 3 di seluruh wilayah tanah air pada momen libur akhir tahun, Harnojoyo masih akan melihat perkembangan dari pemerintah pusat.
“Nanti kita lihat. Baru imbauan belum secara tertulis,” terang Harnojoyo.
Dengan adanya perubahan zona kuning ke zona hijau untuk kota Palembang, kini di Sumsel tercatat ada tiga daerah zona hijau.
Dua daerah zona hijau tersebut yaitu Musi Banyuasin dan Lubuklinggau.
Sementara itu, 14 kabupaten dan kota lainnya masih berada dalam zona dengan risiko rendah kuning.
Wisma Atlet Tetap Disiagakan
Kasus Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) kian melandai, Senin (22/11/2021).
Bahkan, di Wisma Atlet Jakabaring Sport City (JSC) Palembang yang dijadikan tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 kini sudah kosong tak ada pasien lagi.
“Wisma Atlet di JSC untuk pasien Covid-19 sudah kosong.
Tetapi kita tetap buka dan siaga,” kata PIC Rumah Isolasi di Wisma Atlet Jakabaring H M Bahori S Kep, Minggu (21/11/2021).
Menurutnya, sebelumnya memang ada juga atlet PON yang isolasi di sini namun sudah selesai isolasi dan aman.
Terakhir, pada 1 November ada peserta karantina bujang gadis Prokes sebanyak 61 orang.
“Setelah itu kosong belum ada yang isolasi di sini.
Untuk saat ini yang dibuka untuk disiagakan hanya Tower 7,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, memang terlihat Wisma Atlet Jakabaring yang digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19 kosong. Terlihat hanya ada beberapa mobil tetap stand by seperti ambulance.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy menambahkan, Wisma Atlet Jakabaring memang saat ini kosong, tapi masih disiapkan untuk pasien yang membutuhkan.
“Bisa dilihat dari data, memang penambahan kasus Covid-19 sudah sangat menurun.
Bahkan yang masih aktif juga kecil, jauh dibawah angka Nasional,” kata Lesty.
Sedangkan untuk data Bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit di Sumsel sudah 3 persen, dan di Palembang BOR nya 4 persen.
“Untuk capaian vaksinasi di Sumsel 51,77 persen untuk dosis pertama dan 29,74 persen untuk dosis kedua.
Untuk target vaksinasi di Sumsel sebanyak 6,303,096 orang, yang sudah divaksin 3,263,150 orang,” katanya.
Untuk rinciannya, capaian vaksinasi SDM Kesehatan sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 35,56 persen atau 212,290 dari target 597,071.
Kemudian untuk remaja yang sudah divaksin sebanyak 692,331 atau 81,77 dari target 846,683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 1,628,643 atau 37,26 persen dari target 4,370,858.
“Tetap jaga protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, supaya pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan jangan sampai muncul gelombang ketiga,” katanya.







