PALEMBANG, mediasumatera.id – Ratusan peserta yang tergabung dalam kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Palembang secara resmi dilepas untuk mengikuti gelaran Pesparani II tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Prosesi pelepasan diawali dengan Misa Perutusan yang berlangsung khidmat di Gereja Paroki Santo Yoseph Palembang, Selasa (20/10/2026) malam.
Perayaan Ekaristi perutusan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dipimpin oleh Romo Chanel Doroteus Odjan Soge, dengan didampingi Romo Daniel. Acara ini dihadiri oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik Kanwil Kemenag Sumsel Leo Sutrisno, Ketua LP3KD Kota Palembang Andreas Okdi Priantoro, SE yang juga merupakan legislator DPRD Kota Palembang, segenap jajaran pengurus LP3KD, serta para peserta dan orang tua/wali murid.
Dalam perhelatan tahun ini, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Palembang menyertakan wakilnya di seluruh cabang yang diperlombakan. Sebanyak 12 kategori siap diikuti, mulai dari kelompok Paduan Suara Anak, Gregorian, Orang Muda Katolik (OMK), Wanita, Dewasa Campuran, hingga ajang Lomba Mazmur dan Cerdas Cermat Kitab Suci (CCKS).

Apresiasi dan Ajak Umat Beri Dukungan
Ketua LP3KD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu serta tenaga selama masa persiapan.
“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada para pelatih, pendamping, jajaran panitia, serta orang tua yang tanpa lelah memberikan dukungan penuh. Kami mengundang seluruh umat untuk hadir meramaikan dan mendoakan perjuangan kontingen Palembang yang akan bertanding pada 23–25 Oktober mendatang di Komplek Sekolah Kusuma bangsa Palembang. Kehadiran dan sorak semangat kita tentu menjadi dorongan moral yang besar bagi para peserta,” tutur Andreas.

Perkokoh Iman dan Pelayanan Gereja
Di tempat yang sama, Pembimas Katolik Sumsel, Leo Sutrisno, mengingatkan bahwa esensi utama Pesparani tidak sebatas pada perolehan medali atau piala, melainkan pada pemupukan iman pemaat dan kontribusi nyata bagi gereja.
“Pesparani merupakan ruang pembentukan dan penguatan iman umat Katolik. Harapan kita bersama, dinamika dan proses dalam kegiatan ini dapat membawa dampak positif yang panjang bagi perkembangan pelayanan di tengah gereja dan masyarakat,” tegas Leo.
Suasana haru dan penuh kehangatan menutup rangkaian peribadatan malam itu saat para romo dan tamu undangan memberikan salam pendorong semangat kepada seluruh anggota kontingen. Kontingen Kota Palembang siap tampil maksimal dengan membawa misi persaudaraan dan kebersamaan di tingkat provinsi. (daris)







