PALEMBANG, mediasumatera.id – Dalam upaya menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kematangan spiritual, SMA Xaverius 2 Palembang bekerja sama dengan Campus Ministry Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) menyelenggarakan rekoleksi bagi siswa-siswi kelas X, XI, dan XII. Mengambil momentum masa Pra-Paskah, kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/3) ini mengusung tema sentral: “Perutusan sebagai Seorang Murid”.

Bukan Sekadar Rutinitas, Tapi Pengalaman Hidup
Kegiatan ini dirancang bukan sebagai seremoni keagamaan biasa, melainkan sebuah perjalanan reflektif. Materi rekoleksi disampaikan oleh Frans Sugiono, Sr M Silviana, FCh, Klara, Yohana, Brillian dan Suci serta RD Gading Johanes Sianipar dari tim CM UKMC Palembang, yang mengajak siswa mendalami bahwa pendidikan sejati tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas melalui buku teks, tetapi juga melalui bimbingan rohani yang membantu siswa berkembang di bawah tuntunan Tuhan.
Nyimas Heni, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Xaverius 2 Palembang, dalam sambutannya menekankan pentingnya momen “berhenti sejenak”.
“Di tengah hiruk-pikuk aktivitas akademik, siswa perlu waktu untuk merefleksikan kembali apa yang sebenarnya dikehendaki Tuhan dalam hidup mereka. Kami ingin menumbuhkan pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bahagia dan bijak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Nyimas.

Fokus Pembinaan: Karakter, Iman, dan Psikologis
Rekoleksi ini menitikberatkan pada empat pilar pengembangan siswa:
- Pengembangan Diri: Membantu siswa mengenali potensi unik, memetakan tantangan hidup, dan membangun visi masa depan (cita-cita).
- Penguatan Iman: Memperdalam relasi personal yang intim dengan Sang Pencipta.
- Pendidikan Karakter: Membentuk kepribadian yang humanis, tangguh dalam menghadapi tekanan, dan penuh kasih.
- Relasi Sosial: Mempererat ikatan persaudaraan dan keakraban antar-siswa tanpa memandang jenjang kelas.

Refleksi Iman dalam Ekaristi
Puncak kegiatan ditandai dengan perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh RD Gading Johanes Sianipar. Dalam homilinya, Romo Gading memberikan pesan mendalam tentang eksistensi seorang murid sebagai “Anak-Anak Tuhan” yang dikasihi tanpa syarat.
Beliau mengingatkan bahwa iman Katolik mengajarkan bahwa Tuhan hadir dalam setiap detail peristiwa harian.
“Seringkali peristiwa berlalu begitu saja tanpa sempat kita maknai. Rekoleksi ini adalah waktu untuk menelusuri kembali pengalaman hidup kita sebagai ‘objek’ utama, sehingga kita bisa menemukan kehendak Tuhan di balik setiap kejadian, bukan sekadar mendengarkan teori atau ceramah moral,” tutur Romo Gading.

Membentuk Generasi Emas yang Tangguh
Guru pendamping SMA Xaverius 2, Andreas Daris, menyoroti sisi psikologis dari kegiatan ini. Menurutnya, menghadapi tantangan masa remaja di era modern membutuhkan sinergi kuat antara individu, keluarga, dan sekolah.
“Kami berupaya melakukan pendampingan secara holistic, reflektif sekaligus psikologis. Kami ingin memastikan siswa terbentuk menjadi ‘Generasi Emas’ yang memiliki hikmat dan solusi atas pergumulan hidupnya, tanpa kehilangan hak dan kegembiraan mereka sebagai remaja,” tambah Daris.

Kegiatan ini diharapkan mampu membekali para siswa SMA Xaverius 2 Palembang dengan “kompas spiritual” yang kuat, sehingga mereka siap menjalankan perutusan mereka sebagai murid yang berdampak positif bagi sesama dan lingkungan.(*)







