Selasa, 15 Juni 2021 17:02 WIB

Suhu Politik di Pagaralam Mendadak Hangat, Alpian Maskoni Pindah Partai, Pengamat Politik Mengeluarkan Beragam Statemant

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :385 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

“Saya akan berkerja bersama dengan seluruh kader partai NasDem yang saat ini menjadi partai pemenang Pemilu 2019 di Kota Pagaralam. Dan akan bersama mencapai target lebih besar lagi di tahun 2024 nanti,”

MEDIASUMATERA.ID-SUMSEL : Kota Pagaralam sangat dikenal menjadi destinasi wisata favorit wilayah Provinsi Sumatera selatan. Kota yang indah nan sejuk. Tetapi dua hari terakhir, kota ini rada-rada menghangat dikarenakan pergeseran eskalasi sikap politik pejabat pemerintahan lokal.

Di mana Walikota Pagaralam Alpian Maskoni  sebelumnya merupakan kader dan didukung oleh PKB, bergeser atau pindah menjadi kader/pengurus Partai Nasdem. Sementara Wawakonya Muhammad Fadli juga berasal dari Partai Nasdem. Publik lantas bertanya? Mengapa dan alasan sang Wako mendadak pindah ke parpol lain (Nasdem)?

“Walaupun secara UU tak bertentangan, tetapi secara etika politik tak mudah untuk memahaminya. Apakah Pengurus PKB di daerah tersebut, tidak akan melakukan respon kelembagaan yang bisa saja kelak mengurangi dukungan politik atas proses pemerintahan di kota itu?,” ungkap Pengamat politik Drs Bagindo Togar Butar Butar kepada Sripoku.com, Selasa (15/6/2021).

Perlu diketahui, jumlah anggota DPRD Kota Pagaralam adalah 25 orang, tanpa ada partai mayoritas dalam pemerolehan kursi di parlemen. Jumlah peduduk sekitar 150 ribu, dengan DPT nya sekitar 106 ribu.

Bila diproyeksi dengan Pilkada serentak November tahun 2024, Partai Nasdem.wajib berkoalisi, bila tetap memperoleh 3 Kursi. Yang mana untuk dapat lolos jadi Paslon Wako di sana minimal didukung 5 kursi dilegislatif.

“Artinya, secara inplisit pasangan Wako saat ini,sangat kecil kemungkinan untuk maju kembali secara bersama dalam satu Parpol pendukung,” terang mantan Ketua IKA Fisip Unsri.

Logika awam, bila masih utuh menjadi Paslon nantinya, akan mengkonsolidasi potensi dukungan elektoral lawan politik petahana saat ini. Disharmoni semakin tak terelakkan, dan terpampang menjadi jelas antara Pejabat Pemko berikut friksi sikap elite parpol dalam proses pemerintahan di kota Pagaralam.

Baca Juga :  Ditresnarkoba Polda Sumsel Musnahkan Narkoba Jenis Shabu 1.701,85 gram dan Ekstasi 448 butir Hasil Ungkapan Kasus Juli-Agustus 2021

“Semoga prihal situasi poliitik yang diuraikan di atas, mampu diantisipasi oleh para pihak yang bermanuver, dengan tanpa mengorbankan tereduksinya manajemen pemerintahan daerah yang bersih serta melayani,” kata Bagindo Togar Butar Butar yang juga Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya.

Alpian Maskoni mengatakan, saat ini dirinya resmi menjadi salah seorang kader Partai NasDem provinsi Sumatera Selatan.

“Dengan telah disematkannya jas partai NasDem ini kepada saya maka saya resmi menjadi kader partai NasDem yang siap memajukan partai NasDem kedepannya nanti,” ujarnya.

Dirinya bersama kader Partai NasDem Kota Pagaralam diantaranya M Fadli yang merupakan Wakil Walikota Pagaralam dan Jenni Sandiyah yang juga sebagai Ketua DPRD Kota Pagaralam akan bahu membahu membesarkan Partai NasDem di Pagaralam dan di Sumsel.

“Saya akan berkerja bersama dengan seluruh kader partai NasDem yang saat ini menjadi partai pemenang Pemilu 2019 di Kota Pagaralam. Dan akan bersama mencapai target lebih besar lagi di tahun 2024 nanti,” katanya.

Terakhir Walikota Pagaralam tersebut mengibaratkan bahwa pindahnya dirinya dari partai PKB ke Partai NasDem dengan permaianan sepak bola liga Inggris.

“Jika dalam liga Inggris saya ini dari club Arsenal pindah ke club Manchester United. Saya harap club yang saya tinggalkan dan club baru saya ini akan semakin besar kedepannya nanti,” harapnya. (Red)

Komentar

News Feed