Jumat, 16 Oktober 2020 13:40 WIB

Tanggapan Tokoh Politik, Pilkada Dalam Masa Pandemi Covid Akan Berdampak Fatal

Oleh : | Editor : Gina C. Gultom
Dibaca :455 kali dibaca | Durasi baca : 1 Menit

MEDIASUMATERA.ID – SUMSEL : Pilkada serentak Sumatera Selatan saat ini masih menjadi Polemik, keinginan dari berbagai pihak, pelenggaraan tersebut untuk diundur terus diserukan oleh sebagian tokoh politik.

Tokoh Politik Sumatera Selatan, Ramlah Holdan, mengatakan, bahwa tahapan kampanye dinilai dapat menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 dalam Pilkada Serentak tahun ini. “Akan banyak yang terjangkit virus corona, mulai dari tahapan, pencoblosan hingga hari penghitungan suara,” kata Ramlan Holdan dalam kegiatan Diskusi Publik bertemakan Efektiviras Pilkada Serentak di Tengah Pandemi. Kamis, 15 Oktober 2020

Diskusi Publik yang diadakan di Om Ndut Cafe Palembang, Ramlah Holdan  juga mengakatakan, jika penyelenggaraan Pilkada tersebut masih akan terus dilanjutkan, banyak kerugiaan yang akan didapatkan, bagi bagi partisipan, tim pemenangan ataupun bagi para Calon Kepala Daerah itu sendiri. “Jika akhir Oktober jumlah pasien meningkat maka presiden harus mengambil sikap untuk menunda pilkada demi menyelamatkan umat manusia,” ujarnya.

Tanggapan Tokoh Politik, Pilkada Dalam Masa Pandemi Covid Akan Berdampak FatalSementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Sumsel, Kelly Maryana mengungkapkan, bahwa berbagai tantangan akan dihadapi dalam penyelenggaraan Pilkada serentak. Namun, dalam hal ini, pihaknya terus berkomitmen selaku pelenyenggara untuk tidak memunculkan apa yang ditakutkan dalam penyelenggaraan Pilkada. “Pilkada harus dipersiapkan secara matang, tantangannya memang banyak sekali dan perlu strategi khusus dalam penyelenggaraan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 ini. Kami sebagai penyelenggara akan tetap menerapkan kepatuhan protokol kesehatan,” kata Kelly.

Dirinya juga berharap, Para Tim Pemenangan dapat memanfaatkan teknologi seperti Facebook, instagram dan media sosial lainya untuk melakukan sosialisasi.

“Tantangan yang paling berat yaitu penurunan partisipasi masyarakat dalam Pilkada ini. Dan pastinya juga kita terus berupaya agar Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak akan dijadikan klaster baru penyebaran covid 19 di pilkada ini,” tungkasnya. ( rilis )

Baca Juga :  Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Sumatera selatan Turun Memberi Bantuan Kepada Korban Kebakaran Di Tangga Buntung Palembang

 

Komentar

News Feed