Senin, 5 Juli 2021 20:40 WIB

Zona Merah, Walikota Palembang Tunda Rencana Sekolah Tatap Muka Terbatas

Oleh : | Editor : Junaidi Hutauruk
Dibaca :599 kali dibaca | Durasi baca : 2 Menit

“Mengingat tren angka terkonfirmasi Covid-19 masih meningkat tinggi dan fluktuatif. Tingkat hunian Rumah sakit juga sudah mencapai 70 persen, kita sepakati, untuk sekolah belum bisa dilakukan secara tatap muka,”

MEDIASUMATERA.ID-PALEMBANG : Pemerintah Kota Palembang memutuskan menunda sekolah tatap muka yang rencananya dilaksanakan mulai 12 juli 2021 mendatang. Ada beberapa pertimbangan penundaan.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, pemkot melakukan rapat bersama dinas pendidikan, serta satgas covid-19. Berdasarkan keterangan dari satgas covid-19, Kota Palembang saat ini sedang mengalami lonjakan kasus penderita covid. Hal tersebut terlihat dari jumlah peningkatan Bed Occupancy Rate (BOR) yang kini telah menyentuh di angka 70 persen. Senin, 5-7-2021).

Walikota Palembang Harnojoyo menambahkan,“Mengingat tren angka terkonfirmasi Covid-19 masih meningkat tinggi dan fluktuatif. Tingkat hunian Rumah sakit juga sudah mencapai 70 persen, kita sepakati, untuk sekolah belum bisa dilakukan secara tatap muka,” kata Wali Kota Palembang.

Selesai memimpin rapat koordinasi persiapan sekolah tatap muka di rumah dinasnya, Harnojoyo menjelaskan, kendati beberapa sekolah di ibu kota Provinsi Sumsel ini sudah melakukan simulasi sekolah tatap muka dan persiapan lainnya, Harnojoyo tidak ingin ada siswa yang terpapar Covid-19 jika memaksakan sekolah tatap muka harus dilakukan. “Kita ada aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, yang mengharuskan aktivitas belajar mengajar kembali dilakukan secara daring,” ujar Harnojoyo.

Zona Merah, Walikota Palembang Tunda Rencana Sekolah Tatap Muka Terbatas

Pembelajaran daring ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan atau sambil menunggu sampai situasi benar-benar membaik. kendati begitu, Pemkot Palembang terus berupaya agar ketika sekolah tatap muka dimulai, Palembang sudah siap. Antara lain dengan mempercepat vaksinasi Covid-19 guru dan pelajar.

“Target kita 80 persen guru dan pelajar sudah divaksin. Ini untuk memperkuat imun saat kegiatan belajar mengajar mendatang,” kata Harnojoyo.

Baca Juga :  Komitmen Unimal Pada Kemerdekaan RI-76, Tumbuhkan Perubahan, Dan Tangguhkan Pendidikan

Pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas  kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fauzia, M. Kes, menjelaskan, vaksinasi Guru dan pelajar sudah dimulai 2 Juli lalu. “Termasuk vaksinasi untuk anak-anak usia 12-17 tahun dengan jenis vaksin sinovac, sudah mulai dilaksanakan tanggal 2 Juli. Dengan total target sasaran 192.667 orang. Di antaranya SD kelas 6 sebanyak 30.243 orang, SMP 84.629 orang dan SMA 77.799 orang. Sudah ada beberapa anak yang divaksin sembari menunggu stok vaksin mencukupi seluruh target,” tegas Fauzia

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, mengatakan, setelah mendapatkan masukan dari semua pihak, antara lain dari Dinkes, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan pihak lainnya, rekomendasi sekolah tatap muka tidak dilanjutkan. “Rekomendasi ini tidak kita dapatkan, dan kita pastikan guru dan siswa untuk divaksin,” ujar Zulinto.

“Karena itu, dengan mohon maaf bahwa tatap muka ini kita tunda sampai menunggu situasi yang betul-betul baik, dan vaksin dilaksanakan, dan pembelajaran kita tetap daring,” Zulinto menambahkan. (Ruslan)

Komentar

News Feed