1.100 Hektar Program Cetak Sawah di Ogan Ilir Terancam Gagal

1.100 Hektar Program Cetak Sawah di Ogan Ilir Terancam Gagal

Ogan Ilir, mediasumatera.id – Ketua Komisi II DPRD Ogan Ilir, Amir Hamzah, S.H. Membenarkan bahwa Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang merupakan program strategis Nasional Gagal berjalan sebagaimana mestinya di wilayah Ogan ilir, Tersebut. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini dialokasikan anggaran sebesar Rp35 juta rupia per hektar yang bersumber dari APBN.

“Dari total target lahan seluas Tiga Ribu (3.000)hektar, Gagal Seribu Seratus.(1.100) hektar yang terilisasi Dua ribu Enam Ratus Enam Puluh Epat (2,664) Hektar menggunakan anggaran APBN, Namun justru bagian inilah yang dikabarkan gagal beroperasi. Hal ini telah diakui oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskkperta) Ogan Ilir
,”ujar Amir Senin (11/5/2026)di kantor DPRD Ogan ilir

Amir Hamzah S.H. Menjelaskan
” kegagalan ini disebabkan oleh debit air yang sangat tinggi akibat curah hujan yang tinggi, sehingga lahan yang telah dikerjakan tidak dapat difungsikan. Akibat kegagalan tersebut, anggaran untuk lahan yang tidak berhasil diolah pun tidak dapat dicairkan,”tuturnya Amir Hamza

1.100 Hektar Program Cetak Sawah di Ogan Ilir Terancam Gagal

“Selain faktor alam, kegagalan juga dipicu oleh kelalaian tim pelaksana yang tidak mempertimbangkan kondisi dan karakteristik lahan secara mendalam. Contohnya di wilayah Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, di mana lahan yang telah dikerjakan justru terendam air, bahkan tanggul irigasi yang dibangun pun ikut tenggelam.Masalah lain yang terungkap adalah terkait penyaluran pupuk dolomit yang tidak terpelihara dengan baik. Amir menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil dinas terkait agar hal ini dapat dipertanggungjawabkan secara resmi,” kata Amir Hamza

Pemerintah pusat mengira program ini sudah selesai dan siap digunakan, namun kenyataan di lapangan sangat berbeda. Hingga kini, 1.100 hektar Gagal

(Junaidi)

Baca Juga :  Keuskupan Agung Palembang Ajak Umat Kristiani Ber-APP