Palembang, mediasumatera.id – SMA Xaverius 2 Palembang memperingati hari jadinya yang ke-68 melalui gelaran upacara bendera dan pemotongan tumpeng secara sederhana namun khidmat pada Senin (3/8/2026). Dan puncak perayaan Ulang tahunnya akan diselenggarakan pada 27 Agustus 2026 pada GEBYAR XADUPA. Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang sekolah Katolik swasta di bawah naungan Yayasan Santo Louis (Keuskupan Agung Palembang) tersebut dalam menjaga ritme pendidikan berkemajuan tanpa kehilangan jati diri.

Kepala SMA Xaverius 2 Palembang, Petrus Widodo, menjelaskan bahwa sekolah yang resmi didirikan pada 1 Agustus 1958 ini dikelola oleh Paguyuban Guru-guru Sekolah Katolik (PGK). Didirikan oleh kelompok awam, sekolah ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan sarana pendidikan menengah bermutu di Palembang dengan menanamkan kedisiplinan, karakter Kristiani, serta keunggulan akademis dan non-akademis.
“Memasuki usia ke-68, refleksi terbesar kami terletak pada ketangguhan institusi. Melintasi berbagai era dari awal berdirinya, dinamika pergerakan zaman, hingga era transformasi digital sekolah ini berhasil menjaga ritme pembelajarannya tanpa kehilangan jati diri. Kami tidak hanya bertahan, tetapi terus relevan dalam mencetak alumni yang berkontribusi nyata di masyarakat,” ujar Petrus Widodo.

Petrus menambahkan, seiring perkembangan zaman, SMA Xaverius 2 Palembang terus bertransformasi dengan memodernisasi sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI) dan sistem pelayanan digital bagi siswa maupun guru. Meski demikian, pendidikan di SMA Xaverius 2 Palembang tidak pernah sebatas mengejar nilai akademis di atas kertas, melainkan konsisten menekankan tiga nilai utama:
1. Kedisiplinan & Kejujuran: Fondasi moral utama dalam menempa karakter siswa.
2. Semangat Belarasa (Compassion): Mendorong kepekaan siswa terhadap sesama dan lingkungan.
3. Keberagaman & Kebhinekaan: Mewujudkan ruang perjumpaan yang merawat perbedaan latar belakang budaya sebagai miniatur Indonesia yang harmonis.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Xaverius 2 Palembang, Nyimas Heni, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dunia pendidikan saat memasuki dekade ketujuh ini adalah pesatnya perubahan teknologi.
“Refleksi penting bagi kami adalah bagaimana sekolah terus memperbarui sarana, kurikulum, dan metode pembelajaran berbasis digital, namun tetap mempertahankan sentuhan humanis antara guru dan murid suatu hal yang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan (AI) sekalipun,” ungkap Nyimas Heni.
Sesuai dengan semangat sekolah, Ilmu,Iman dan Kasih untuk Bergerak Maju dengan memberikan yang terbaik dalam segala hal, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi dan alumni yang adaptif terhadap zaman.
“Usia 68 tahun adalah warisan sekaligus amanat. Tugas kami hari ini bukan hanya membanggakan masa lalu, melainkan memastikan bahwa lulusan SMA Xaverius 2 Palembang terus menjadi terang, berani berinovasi, dan memberikan yang terbaik di mana pun mereka berada,” tutup Nyimas. (daris)







