Catat, Saham Lagi Lari Jangan Dikejar!

Catat, Saham Lagi Lari Jangan Dikejar!

Media Sumatera, Online, Jakarta – Panen Saham Sekuritas Indonesia menggandeng Mandiri Sekuritas menggelar edukasi gratis pasar modal di Banten, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, CEO PanenSaham Anthony memberikan wejangan menarik bagi peserta.

“Takkan lari gunung dikejar, saham lari jangan dikejar,” ucap Anthony, dikutip Sabtu (12/11/2022).

Gelaran edukasi kali ini mengusung tema “Strategi Memulai Saham untuk Pemula – Edisi Banten” dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan dan usia. Selain diberi makan siang, para peserta juga akan mendapat bimbingan praktek pasar modal selama tiga bulan, doorprize voucher Kulli Kitchen, langganan aplikasi Monika gratis selama tiga bulan hingga merchandise dari PanenSaham.

Anthony juga menegaskan visi-misi PanenSAHAM, yakni menciptakan investor yang cerdas dan mandiri. Nantinya, semangat memberikan edukasi saham secara gratis ini akan dilaksanakan pula di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sekitar pertengahan bulan November 2022.

“Edukasi Pak Anthony tadi sangat banyak manfaatnya. Saya jadi lebih mengerti tentang saham, intinya paham memilih saham yang benar, terutama untuk saya yang sangat pemula,” kata Helena (15) salah satu peserta edukasi PanenSaham.

“Jujur ya, awalnya kalau memilih saham tidak ada landasan apa-apa. Biasanya hanya mengikuti isu-isu orang lain. Tapi dengan adanya aplikasi Monika ini, saya sangat terbantu untuk mengambil keputusan membeli atau menjual saham sendiri.” Ujar Davin (27), yang juga merupakan peserta.

Sekarang ini, Anthony mengatakan, minat investasi di Indonesia semakin menanjak di tengah kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki passive income dan dana darurat.

Investasi mulai digandrungi banyak kalangan mulai dari usia muda hingga usia dewasa, terlebih lagi investasi di pasar modal yakni saham.
Antusiasme masyarakat akan berinvestasi meningkat cukup tinggi dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga :  Pj Bupati Muba Resmi Sekda Muba Apriyadi

Meningkatnya jumlah investor ini, kata dia, juga dipengaruhi oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda di Indonesia pada dua tahun terakhir. Kondisi itu mendorong masyarakat memiliki dana tambahan.

Pada periode 2018 hingga 2019, data Lembaga Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkan, investor saham, pasar modal, surat berharga negara (SBN), dan reksadana terus meningkat, berkisar antara 45-82%.

Ini menunjukkan pasar modal merupakan instrumen keuangan yang pas untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Lain halnya dengan pasar uang yang memberikan keuntungan hanya dalam jatuh tempo yang pendek.

Pasar modal merupakan tipe pasar yang menawarkan jual-beli dalam jangka waktu yang panjang. Pada umumnya, pasar modal memiliki instrumen yang cukup beraneka macam dan dapat dipilih sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai oleh investor.

Beberapa instrumen yang ada di pasar modal diantaranya adalah saham, reksadana, dan obligasi.

Sebelum terjun ke pasar modal seperti halnya saham, investor perlu membekali diri dengan pengetahuan akan dunia investasi saham. Pengetahuan ini dapat dimulai dari pengetahuan dasar yang wajib diketahui sebelum memulai investasi saham yakni kapan harus membeli dan menjual saham.

Membekali diri dengan pengetahuan akan saham berarti juga mengenali tentang profil risiko dan kondisi keuangan atau risk and  reward, terutama bagi investor pemula. Hal ini menjadi sangat penting karena seringkali para investor pemula tidak tahu bagaimana strategi terkait pasar modal atau saham.