SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda mengawali harimu dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan Sang sumber hidup? Jika itu yang terjadi, maka kita adalah orang yang sungguh beriman.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 19: 3 – 12, yakni Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah, melainkan persekutuan rohani yang dipersatukan oleh Allah sendiri. Ketika dua insan mengucap janji di hadapan altar, mereka tidak hanya berkomitmen satu sama lain, tetapi juga kepada Tuhan sebagai sumber CINTA yang menyatukan mereka.Namun, perceraian terjadi, ketika CINTA itu memudar. Dan jika CINTA memudar, itu berarti Sang sumber CINTA, yaitu Allah telah meninggalkan HATI pasangan tersebut. Ketika Allah tidak lagi bersemayam di HATI, ruang itu diisi oleh yang lain, yakni: ego, iblis, luka yang tidak disembuhkan. Maka muncullah kemarahan, prasangka buruk, saling curiga, tidak mau mendengarkan, tidak mau mengalah, dan hilangnya kepercayaan. Namun, yang perlu disadari bahwa perceraian bukan hanya pelanggaran terhadap pasangan, tetapi juga terhadap janji suci yang diucapkan di hadapan Tuhan. Itu adalah pengkhianatan terhadap ikatan yang telah dipersatukan oleh kasih Ilahi. Dan renungan ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang menikah, melainkan juga bagi mereka yang memilih hidup selibat, biarawan, biarawati, imam, yang telah mengucapkan janji suci. Ketika jubah ditanggalkan, ketika sumpah & komitmen tidak lagi dijaga, & disetiai, maka itu pun adalah bentuk perceraian rohani atau spiritual, meninggalkan komitmen yang telah dipersembahkan kepada Tuhan.
Pertanyaan Refleksi hari Ini
1. Apakah cinta Tuhan masih bersemayam dalam hatiku dan relasiku?
2. Apakah aku menjaga janji suciku, baik sebagai pasangan maupun sebagai pribadi yang dipanggil untuk hidup selibat?
3. Sudahkah aku membuka hati untuk mendengarkan, mempercayai, dan mengasihi dengan kasih yang berasal dari Tuhan?
Selamat berefleksi🙏🙏



