SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Adakah kita secara pribadi selalu datang kepada Yesus? Sebab, bagaimana mungkin kita membawa sesama kepada Yesus, sedangkan kita sendiri tidak pernah datang kepada Yesus? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 38 – 44, yakni Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus dan orang-orang lain. Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat bagaimana Yesus hadir dan menyembuhkan banyak orang, termasuk ibu mertua Simon yang sakit demam. Setelah disembuhkan, ia segera bangkit dan melayani. Peristiwa ini menjadi gambaran indah tentang bagaimana perjumpaan pribadi dengan Yesus melahirkan tindakan nyata: pelayanan dan kesaksian. Namun sebelum kita berbicara tentang membawa orang lain kepada Yesus, kita perlu bertanya: sudahkah kita sendiri datang kepada-Nya dengan tekun dan setia? Sebab, tidaklah mungkin kita menjadi jalan bagi orang lain menuju Kristus, jika kita sendiri jauh dari-Nya. Ada banyak cara untuk datang kepada Yesus, yakni: melalui doa pribadi yang jujur dan penuh iman . Juga melalui doa bersama keluarga dan komunitas, yang saling menguatkan. Atau juga lewat ibadat dan Ekaristi, puncak perjumpaan dengan Kristus yang hidup. Maka, membawa sesama kepada Yesus bisa berarti: _Pertama_ *Mengajak dan mengingatkan mereka untuk berdoa, beribadat dan Ekaristi*. _Kedua_ *Mendoakan mereka dalam kesulitan dan pergumulan*. _Ketiga_ *Menjadi saksi hidup melalui kata-kata dan tindakan yang mencerminkan kasih Kristus*. Namun semua itu hanya mungkin jika hidup kita sendiri berakar dalam doa, ibadat, dan Ekaristi. Dan tanpa buah yang tampak dalam sikap dan perilaku, ketekunan & kesetiaan kita menjadi hampa. Maka, marilah kita menjadikan hidup kita sebagai berkat bagi sesama, dengan kesederhanaan, ketulusan, dan kasih yang nyata.Dengan begitu, kita bukan hanya datang kepada Yesus, tetapi juga telah membawa sesama kepada-Nya, melalui hidup yang memancarkan terang-Nya.
*Pertanyaan Refleksi*:
1. Sudahkah aku sungguh-sungguh datang kepada Yesus dalam doa, ibadat, dan Ekaristi, bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai perjumpaan yang hidup?
2. Dalam keseharian, apakah hidupku sudah mencerminkan KASIH dan kebenaran Kristus sehingga menjadi kesaksian yang membawa sesama kepada-Nya?
3. Siapa saja dalam hidupku yang saat ini perlu aku doakan, ajak, atau ingatkan untuk kembali datang kepada Yesus? Dan sudahkah aku menjadi saluran berkat bagi mereka?
*Selamat berefleksi*🙏🙏



