mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Serapat apapun HATI kita terkunci untuk menutup kelemahan atau kedosaan kita, Tuhan bisa menembusnya. Dia sangat mengenal kita dengan sangat baik luar dan dalam. Pada hari ini, kita memasuki hari Minggu paskah II, yang biasa disebut juga sebagai Minggu Kerahiiman Ilahi.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 20: 19 – 31, yakni Yesus menampakkan diri kepada murid-murid -Nya dan Yesus menampakkan diri kepada Tomas. Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan malam itu, para murid bersembunyi di balik pintu terkunci. Ketakutan merajai HATI mereka, iman terasa remuk. Namun tiba-tiba Yesus hadir di tengah-tengah mereka. Pintu tetap terkunci, tembok tetap utuh, tetapi Ia menembus ruang dan waktu. Ia bukan hantu, bukan lamunan, Dialah Yesus yang bangkit. Ia datang bukan untuk menghakimi, melainkan memberi damai: “Damai sejahtera bagi kamu.” Luka di tangan dan lambung-Nya menjadi bukti nyata: Ia sungguh mati, sebagai manusia, namun Ia sungguh hidup sebagai Allah.
Namun Tomas ragu. Ia menuntut bukti. Yesus pun datang lagi, menembus pintu terkunci, meneguhkan iman Tomas dengan sabar. Keraguan itu akhirnya melahirkan pengakuan yang kokoh: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kisah ini bukan hanya tentang pintu rumah yang terkunci, tetapi juga pintu HATI kita. Yesus mengenal kita luar dan dalam. Ia ingin menembus HATI yang tertutup rapat, bukan dengan paksaan, melainkan dengan damai. Karena itu, kita tidak perlu munafik di hadapan-Nya. Percaya saja tidak cukup, iman harus diwujudkan dalam hidup yang jujur, apa adanya. Jika selama ini kita terjebak dalam kepura-puraan, kebohongan, atau dosa lama, maka kebangkitan Kristus mengundang kita untuk bangkit menjadi manusia baru. Biarkan damai-Nya menembus HATI terdalam kita.
*Pesan Untuk Kita*
Para saudaraku, Yesus menembus pintu yang terkunci. Hari ini, Ia ingin menembus HATI kita yang terkunci. Pertanyaannya bukan lagi: “Apakah Yesus bangkit?” melainkan: “Apakah kita turut bangkit bersama-Nya?” Jangan biarkan Yesus hidup sendirian, sementara kita masih terkurung dalam kubur lama. Mari kita bangkit dan hidup sebagai manusia baru. Jangan sampai Yesus sudah bangkit, dan kita masih betah serta nyaman dalam zona “kematian”, cara hidup manusia lama. Kita belajar dari rasul Tomas yang sempat “mati” imannya, karena keraguan akan kebangkitan Yesus, tetapi kemudian imannya “hidup” setelah ia berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Semoga hidup kita mencerminkan Yesus yang bangkit.
*Pertanyaan refleksi*
1. Apakah ada “pintu HATI” dalam diri saya yang masih terkunci rapat oleh ketakutan, kepura-puraan, atau dosa lama?
2. Bagaimana saya dapat mewujudkan iman kepada Yesus yang bangkit melalui sikap hidup yang jujur dan apa adanya?
3. Dalam hal apa saya perlu bangkit dari kebiasaan lama agar sungguh mengalami damai sejahtera Kristus?
*Selamat berefleksi…& Selamat hari Minggu Kerahiiman Ilahi*🙏🙏
*Doa Singkat*
Tuhan Yesus yang bangkit, Engkau menembus pintu yang terkunci, bahkan pintu HATI kami yang tertutup rapat. Kami datang apa adanya, tanpa kepura-puraan, sebab Engkau mengenal kami luar dan dalam. Berilah kami damai-Mu, agar kami berani hidup jujur, tulus, dan setia. Bangkitkan kami dari kebiasaan lama yang penuh kepalsuan,
supaya hidup kami sungguh mencerminkan kebangkitan-Mu. Amin.




