Gereja Katolik Palembang Serukan Lawan Perdagangan Orang di Akar Rumput

Gereja Katolik Palembang Serukan Lawan Perdagangan Orang di Akar Rumput

PALEMBANG, mediasumatera.id – Sebagai wujud nyata kepedulian Gereja terhadap martabat manusia, DPP St. Petrus Kenten Palembang, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC St. Petrus Palembang, Seksi Kerasulan Awam (Kerawam), serta Seksi Kewanitaan menggandeng Komisi Gender Pemberdayaan Perempuan (KGPP) Keuskupan Agung Palembang (KAPal) menggelar seminar edukatif bertajuk “Darurat TPPO: Sinergi Lintas Sektor dalam Pencegahan dan Penindakan Efektif”. Seminar ini menjadi garda terdepan dalam merespons fenomena Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kian marak. Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Pertemuan Kecamatan Sematang Borang, Sabtu (18/4/2026).

Gereja Katolik Palembang Serukan Lawan Perdagangan Orang di Akar Rumput

*Menjaga Martabat Manusia dari Perbudakan Modern*
Narasumber utama, *Sr. M. Margaretha, F.Ch* , dalam pemaparannya menegaskan bahwa perdagangan manusia adalah luka mendalam pada tubuh kemanusiaan. Mengacu pada UU No. 21 Tahun 2007, biarawati ini menekankan bahwa TPPO bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.
“TPPO merampas kemerdekaan dan martabat manusia yang paling dasar. Modus operandinya sangat rapi, mulai dari jeratan utang hingga penipuan terstruktur yang bersifat lintas negara,” ujar Sr. Margaretha di hadapan sekitar 200 peserta.
Ia juga menyoroti pentingnya PP TPPO 2025-2029 sebagai payung hukum yang harus dikawal bersama. “Gereja dan masyarakat harus memanfaatkan momentum kebijakan nasional ini untuk melindungi kelompok yang paling rentan, yakni kaum perempuan dan anak-anak,” tambahnya.

*Menyasar Akar Rumput*
Pemilihan lokasi di Kecamatan Sematang Borang bukanlah tanpa alasan. Ketua Pelaksana, *Agustinus Pudiarto,* menjelaskan bahwa misi utama kegiatan ini adalah membawa obor informasi langsung ke tengah masyarakat di tingkat akar rumput.
“Banyak warga kita yang terjebak janji manis pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri, namun berujung pada ancaman nyawa. Kami ingin membangun kesadaran kolektif agar masyarakat memiliki mitigasi risiko sejak dini dan tidak mudah termakan bujuk rayu para calo,” tegas Agustinus.

Baca Juga :  RAT XXXI Puskosipa Puskopdit PHS Sumsel Menuju Peningkatan Kompetensi SDM dan Digitalisasi

Gereja Katolik Palembang Serukan Lawan Perdagangan Orang di Akar Rumput

*Komitmen Pastoral *
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Petrus Palembang, N. Suseno, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk katekese sosial bagi umat dan masyarakat umum.
“Tujuan kami adalah edukasi nyata. Kami berharap sosialisasi ini menciptakan komunitas yang peduli dan waspada. Isu kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari iman kita,” tutur Suseno dalam sambutannya.
Melalui sinergi ini, gereja kembali menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam terhadap praktik perbudakan modern. Gereja hadir sebagai tameng informasi dan pendamping bagi mereka yang terpinggirkan..(daris)