Pangkalpinang, mediasumatera.id – Sebanyak 107 kader pilihan Pemuda Katolik yang merepresentasikan 20 provinsi di Indonesia secara resmi memulai Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) Tingkat I. Bertempat di Grand Safran Hotel Pangkalpinang, kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Mei 2026 ini dirancang sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin nasional yang inklusif dan strategis.
Dengan mengangkat tema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”, forum ini mempertemukan tiga pilar utama: Gereja, Pemerintah, dan Pemuda. Para peserta merupakan kader yang telah lolos seleksi ketat dan menyelesaikan jenjang kepemimpinan dasar serta menengah di daerah masing-masing.

Kepemimpinan yang Melayani, Bukan Merebut Kuasa
Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, didampingi oleh Romo Moderator Pengurus Pusat, Romo Johanes Hariyanto, SJ dan Romo Yohanes Agus Rianto, MSF. Misa tersebut dihadiri oleh sekitar 500 umat setempat.
Dalam pesan rohaninya, Mgr. Adrianus menekankan bahwa esensi pemimpin adalah menjadi saksi iman yang berani melayani.
“Semoga melalui latihan kepemimpinan ini, kalian semakin terlatih menghadirkan kebaikan dan menjadi saksi di tengah masyarakat sebagai pribadi yang teguh, berani, dan tidak saling berebut kuasa,” tegas Bapa Uskup.

Komitmen Kebangsaan: Pro Ecclesia et Patria
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, dalam sambutannya menegaskan posisi organisasi sebagai mitra strategis negara. Ia menekankan bahwa loyalitas Pemuda Katolik bersifat ganda dan selaras.
“Sesuai semboyan Pro Ecclesia et Patria, kesetiaan kami tunggal: pada pimpinan Gereja dan pimpinan negara. Kami siap berkolaborasi, mendukung, sekaligus mengawal jalannya pembangunan nasional dan daerah,” ujar Gusma di hadapan tamu undangan dari Bawaslu RI, Mabes Polri, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta pejabat pemerintah daerah lainnya.
Langkah Konkret Inklusivitas
Tak sekadar wacana, komitmen inklusivitas dalam KKL kali ini diwujudkan melalui aksi nyata, di antaranya:
• Penandatanganan Kerja Sama: Antara Komisi Nasional Disabilitas (KND) dengan beberapa Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik.
• Nota Kesepahaman (MoU): Penandatanganan kesepakatan bersama Bawaslu RI untuk memperkuat pengawasan partisipatif dalam demokrasi.
Acara resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Mgr. Adrianus Sunarko. Melalui KKL Tingkat I ini, Pemuda Katolik diharapkan mampu mencetak pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual dan nasionalisme yang tinggi, tetapi juga integritas moral untuk melayani masyarakat dan bangsa Indonesia secara berkelanjutan.(*)







