mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus membuka HATI-Nya, agar kita boleh meminta sesuatu kepada-Nya. Asalkan kita meminta dengan HATI yang benar, maka kita akan menerima.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 16: 23b – 28, yakni dukacita yang mendahului kemenangan. Pada saudaraku, Yesus berkata: “Jika kamu meminta sesuatu kepada Bapa dalam nama-Ku, Ia akan memberikannya kepadamu.” Namun Ia juga menegur: “Selama ini kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku.” Kita sering berdoa, meratap, bahkan menuntut. Tetapi apakah sungguh dalam nama Yesus? Meminta dalam nama-Nya bukan sekadar menutup doa dengan kata “amin”, melainkan datang dengan kesadaran bahwa hanya Yesus yang membawa kita ke hadapan Bapa.Meminta seperti Yesus berarti rendah HATI, TAAT, dan PERCAYA penuh pada KASIH Bapa. Doa sejati bukan sekadar ritual atau kata-kata panjang, melainkan percakapan anak dengan Bapa. Bukan memaksa Tuhan mengikuti kehendak kita, melainkan menyerahkan diri pada kehendak-Nya. Sebab doa yang benar lahir dari HATI yang hadir, IMAN yang teguh, dan KASIH yang tulus. Kadang doa terasa hampa, jawaban tak kunjung datang. Jangan putus asa. Tuhan tidak menutup telinga, Ia sedang bekerja di balik tabir. Jawaban-Nya bisa “nanti” atau “yang lebih baik.” Ia menguji kesetiaan IMAN kita: apakah kita tetap berdoa saat langit gelap, tetap hadir di ekaristi saat HATI kering, tetap PERCAYA meski tanda-tanda berkata sebaliknya? Ingat, Iman sejati bukan diukur dari cepatnya doa dijawab, melainkan dari keteguhan HATI untuk tetap meminta dalam nama Yesus. Pada waktu-Nya, kita akan menerima, bukan karena kita pandai merangkai kata, tetapi karena Bapa sendiri mengasihi kita.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, mintalah sebagai anak, bukan sebagai penuntut. Jangan memaksa Tuhan, jangan berhenti berdoa, beribadat dan ekaristi, serta jangan putus asa saat belum menerima. Sebab mungkin Ia sedang menguji kesetiaan IMAN kita dan menyiapkan yang terbaik. Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada kita sendiri. Percayalah: janji-Nya tetap teguh, “Mintalah, maka kamu akan menerima.”
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah selama ini aku berdoa, beribadat dan menghadiri ekaristi dengan sungguh dalam nama Yesus, dengan kerendahan HATI, IMAN, dan penyerahan diri, atau sekadar mengucapkan kata-kata tanpa kesadaran penuh?
2. Bagaimana sikap hatiku saat doa, ibadat dan ekaristi, ketika belum dikabulkan: tetap percaya dan setia, atau mudah putus asa dan merasa Tuhan tidak peduli?
3. Apakah aku sungguh percaya bahwa Tuhan lebih tahu apa yang aku butuhkan daripada diriku sendiri, sehingga aku tidak memaksa kehendak-Nya tetapi belajar menunggu dengan iman?
Selamat berefleksi..& selamat berakhir pekan🙏🙏
Doa singkat
Ya Bapa yang penuh KASIH, ajarilah aku untuk meminta dalam nama Yesus, dengan HATI yang rendah, TAAT, dan PERCAYA. Tolong aku agar tidak memaksa kehendak-Mu,
tetapi tetap setia berdoa meski jawaban belum datang. Kuatkan imanku saat menunggu,
sebab Engkau tahu yang terbaik bagiku.
Aku percaya, pada waktu-Mu yang indah,
Engkau akan memberi apa yang sungguh aku butuhkan. Amin.




