Seorang Anak Kecil

Seorang Anak Kecil

SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Setiap kita pasti suka dengan anak kecil, yang lucu, gemes. Namun, diharapkan kita janganlah menjadi kekanak-kanakan atau sifat infantil alias tidak dewasa, suka ngambek, mudah marah, egois, tidak bisa menerima kritik. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati para Malaikat Pelindung.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 18: 1 – 5. 10, yakni siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga dan siapa yang menyesatkan orang.
Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat di tengah perdebatan para murid tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga, Yesus melakukan sesuatu yang mengejutkan: Ia memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah mereka. Bukan untuk dijadikan objek pelajaran, tetapi sebagai TELADAN. Anak kecil itu bukan simbol kelemahan, melainkan cerminan dari HATI yang murni dan SIKAP yang dirindukan Allah. Yesus mengangkat martabat anak kecil yang sering dianggap remeh, tidak penting, atau sekadar pelengkap. Ia berkata, “Barangsiapa merendahkan diri seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.” Dalam kata-kata itu, Yesus mengundang kita untuk belajar dari anak kecil terkait: Pertama Kepolosan yang tidak menyimpan niat tersembunyi. Kedua Keluguan yang tidak berpura-pura. Ketiga
Kerendahan hati yang tidak menuntut pujian. Keempat Ketergantungan yang mempercayai sepenuhnya kepada orang tua. Namun, Yesus juga mengajak kita untuk tidak menjadi kekanak-kanakan, yakni tidak cengeng, tidak mudah ngambek, tidak egois, tetapi kita diajak untuk dewasa dalam KASIH, namun tetap menjaga HATI yang sederhana dan terbuka seperti anak kecil. Lebih dari itu, Yesus mengingatkan: jangan meremehkan anak kecil, sebab malaikat mereka selalu memandang wajah Bapa di surga. Artinya, anak kecil bukan hanya berharga di mata manusia, tetapi juga sangat berharga di mata Allah.
Maka, mari kita belajar untuk menghormati anak kecil, dan juga menghargai hal-hal kecil dalam hidup, karena dari sanalah kebesaran sejati sering dimulai.

Baca Juga :  Renungan hari ini: Jaga Mata, Pikiran, Hati Dan Tangan

Pertanyaan refleksi:

1. Sikap anak kecil seperti apa yang paling sulit aku teladani, dan mengapa? (Misalnya: kepolosan, kerendahan hati, atau ketergantungan pada Tuhan)
2. Dalam hal apa aku masih bersikap kekanak-kanakan, dan bagaimana aku bisa bertumbuh menjadi lebih dewasa secara rohani?
3. Sudahkah aku menghargai anak-anak dan hal-hal kecil dalam hidup, atau justru sering meremehkannya?
Selamat berefleksi🙏🙏