mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita pasti selalu dihadapkan dengan aturan atau norma atau hukum. Namun, apapun jenis aturan atau norma atau hukum itu, hukum Kasih harus menjadi fondasi utama.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 5: 17 – 19, yakni Yesus dan hukum Taurat. Para saudaraku,
Yesus tidak datang untuk merobohkan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Hukum itu ibarat cermin yang menyingkapkan kelemahan kita, tetapi tidak mampu membersihkan noda. Kristus hadir bukan menambah aturan, melainkan menyempurnakan dengan hukum KASIH. KASIH mengubah cara pandang: bukan lagi bertanya “apa batas minimal agar tidak berdosa,” melainkan “apa yang terbaik bagi Allah dan sesama.” Taurat berkata: jangan membunuh; Yesus berkata: jangan membenci. Taurat berkata: jangan berzinah; Yesus berkata: jangan bernafsu. Taurat berkata: kasihilah sesama dan bencilah musuh; Yesus berkata: kasihilah musuh dan berdoalah bagi mereka. Hukum tetap berdiri sebagai standar kekudusan Allah, tetapi kita memenuhinya bukan dengan kekuatan sendiri. Kristus telah lebih dulu melakukannya, dan Roh-Nya menggerakkan kita untuk mengasihi. Intinya bukan hafalan atau debat, melainkan perwujudan nyata.Yesus menegaskan: siapa yang melakukan dan mengajarkan perintah Tuhan, akan menduduki tempat yang besar di Kerajaan Surga. Maka iman tanpa perbuatan adalah mati, pengetahuan tanpa tindakan adalah hampa.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, berhentilah puas hanya dengan hafalan hukum atau teori KASIH. Hidupilah hukum itu dalam tindakan nyata: mengasihi, mengampuni, dan melayani. Di akhir zaman, Yesus tidak mencari orang yang pandai berdebat, atau menghafal hukum , melainkan mereka yang memberi makan, memberi minum, menjenguk yang sakit, dan mengampuni yang bersalah. Di situlah hukum Taurat ditinggikan.
Di situlah hukum KASIH bersinar.
Di situlah Kristus digenapi dalam hidup kita. Mari, jangan kita hanya berbicara tentang KASIH, tetapi jadilah pelaku KASIH setiap hari. Semoga demikian.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah saya sudah menghidupi hukum Kasih dalam tindakan sehari-hari, bukan sekadar menghindari pelanggaran hukum Taurat?
2. Siapa yang perlu saya ampuni hari ini agar hukum KASIH sungguh nyata dalam hidup saya?
3. Apakah saya hanya tahu dan hafal firman, atau sungguh menjadi pelaku yang mengajarkan dengan teladan hidup?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus,
Engkau datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya dengan KASIH. Ajarlah aku bukan hanya menghafal firman-Mu, tetapi sungguh mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Berikanlah HATI yang rela mengasihi, KEKUATAN untuk MENGAMPUNI, dan kerendahan HATI untuk melayani. Agar melalui hidupku, hukum Kasih-Mu nyata dan nama-Mu dimuliakan. Amin.





