PALEMBANG, medisumatera.id – Menyadari pentingnya menjaga api panggilan di seputar altar, pengurus Putra Putri Altar (Misdinar) Paroki Santo Yoseph Palembang menggelar Malam Keakraban (Makrab) rohani bertajuk “Space Mission”. Kegiatan yang memadukan suasana rekoleksi dan persaudaraan ini berlangsung selama tiga hari dua malam, Jumat hingga Minggu (26–28 Juni 2026), bertempat di Rumah Retret Giri Nugraha KM 7, Palembang.

Di tengah gempuran kesibukan akademik dan kuatnya arus aktivitas digital anak muda zaman sekarang, makrab ini hadir bagai oase. Sebanyak 60 misdinar usia remaja ikut serta dalam kegiatan ini dengan didampingi oleh 20 panitia, sebagai ruang refleksi untuk mendalami kembali esensi tugas mereka sebagai pelayan Kristus.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki St. Yoseph Palembang, RD Hyginus Gono Pratowo. Hadir pula memberikan dukungan penuh, perwakilan Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yoseph Palembang, Frans de Sales Billy Jaya dan Andreas Daris Awalistyo, serta RD Markus Edi Sucipto yang bertindak sebagai narasumber rohani.
Dalam sapaan gembalanya, RD Hyginus Gono Pratowo mengingatkan para peserta bahwa berkumpulnya mereka di rumah retret ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan sebuah ziarah batin untuk berbenah diri.
“Pertemuan ini adalah waktu rahmat bagi kita untuk melihat kembali, mengevaluasi beberapa kelemahan saat bertugas di altar. Saya berharap, sepulang dari makrab ini, kalian semua bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih anggun, dan penuh hormat saat melayani Tuhan di seputar altar-Nya yang kudus,” ujar RD Gono.

Semangat rohani tersebut dipertegas oleh perwakilan DPP, Frans de Sales Billy Jaya. Ia mengajak kaum muda pelayan altar ini untuk menengok kembali kisah kemartiran dan kesetiaan pelindung mereka, Santo Tarsisius.
“Santo Tarsisius adalah teladan nyata bagaimana seorang anak muda begitu perkasa dan luar biasa dalam menjaga Sakramen Mahakudus. Di tengah tantangan zaman, mari kita hidupi kembali semangat keberanian dan cinta yang besar kepada Yesus seperti yang ditunjukkan oleh Santo Tarsisius,” ajak Billy Jaya memotivasi peserta.
Merangkul yang Sempat Menjauh
Ketua Panitia Pelaksana, Valentina Gracia Kirana, mengungkapkan bahwa tema “Space Mission” dipilih bukan tanpa alasan. Pengurus periode 2025/2026 mengamati adanya fenomena penurunan keaktifan anggota akibat tersita oleh kesibukan masing-masing.
“Kami ingin menjadikan makrab ini sebagai wadah pemulihan. Kami ingin merangkul kembali teman-teman yang sempat tidak aktif agar mereka tahu bahwa di Putra Putri Altar, mereka tidak hanya melayani, tetapi juga memiliki keluarga yang saling mengasihi dan mendukung,” tutur Valentina.

Sementara itu, salah satu pendamping misdinar, Sebastianus Ristyawijaya Diaz, menjelaskan bahwa melalui dinamika kelompok, doa bersama, dan pembekalan iman, kegiatan Makrab ini berfokus pada lima pilar utama:
• Pondasi Iman: Menumbuhkan dan memperkuat iman Katolik di dalam diri setiap misdinar.
• Persaudaraan Sejati: Menjalin kebersamaan tanpa sekat antaranggota.
• Reaktivasi Anggota: Mengajak kembali rekan-rekan yang sempat pasif untuk pulang ke rumah komunitas.
• Relasi yang Tulus: Membuka ruang agar sesama misdinar dapat saling mengenal pribadi satu sama lain lebih dalam.
• Kekompakan Tim: Membangun soliditas demi kelancaran liturgi gereja.
Melalui penyelenggaraan makrab ini, Diaz berharap Misdinar Paroki Santo Yoseph Palembang mampu membawa pulang buah-buah roh yang nyata, yakni menjadi komunitas pelayan yang lebih kompak, rendah hati, serta memiliki militansi iman yang berakar kuat pada kasih Kristus.(daris)







