mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap murid dan pengikut Yesus adalah Terang. Atau juga sebagai Pelita. Namun, kita bisa menjadi Terang atau Pelita yang bernyala, jika kita menjalin relasi yang intim dan intens dengan Sang sumber Terang, yakni Kristus. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 25: 1 – 13, yakni gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. Para saudaraku, sepuluh gadis menanti mempelai. Semua membawa pelita, semua tertidur, semua terbangun oleh teriakan: “Ia datang!” Namun hanya lima yang siap. Lima lainnya panik pelita mereka hampir padam, minyak habis, pintu tertutup. Mereka bukan jahat. Mereka hadir, menunggu, membawa pelita. Tetapi mereka lalai: pelita tanpa minyak. Identitas tanpa isi. Formalitas tanpa relasi. Bukankah kita sering sama? Kita punya status Kristen, hadir di gereja, aktif melayani. Tetapi apakah pelita HATI kita masih menyala? Ataukah hanya bara sisa dari doa minggu lalu? Pelita tidak hidup dari dirinya sendiri. Ia butuh minyak relasi pribadi dengan Kristus, Sang Terang sejati. Tanpa minyak itu, iman hanyalah wadah kosong. Di dunia modern, kita hidup dalam terang teknologi, tetapi sering gelap secara rohani. Notifikasi, hiburan, media sosial semua menyita perhatian. Kita sibuk tampil “terang” di dunia maya, tetapi di ruang doa pribadi, pelita hampir padam. Kita menunda: besok akan berdoa, besok akan membaca firman, besok akan memperbaiki relasi. Sampai akhirnya teriakan itu datang, dan kita terlambat.Ingat: minyak iman tidak bisa dipinjam. Iman pasangan, orang tua, atau pendeta tidak bisa menggantikan iman pribadi. Minyak itu harus dikumpulkan sendiri, hari demi hari, dalam keheningan, dalam kesetiaan kecil yang tidak dilihat orang.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, ada dua keterlambatan: mempelai yang lama datang itu ujian penantian. Dan gadis bodoh yang tidak siap itu kelalaian. Yang paling tragis: mereka sadar bodoh hanya setelah pintu tertutup.Hari ini, pintu masih terbuka. Malam masih gelap. Sang Mempelai belum datang. Tetapi besok, kita tidak tahu. Maka jangan biarkan pelitamu padam. Jangan hanya hidup dari bara lama. Isi minyakmu setiap hari: lewat doa yang jujur, firman yang membakar HATI, dan relasi yang nyata dengan Kristus. Karena pesta tidak menunggu mereka yang sibuk membeli minyak. Pesta hanya bagi mereka yang pelitanya tetap menyala ketika teriakan itu terdengar. Jangan biarkan pelitamu padam. Bukan karena takut akan murka, tetapi karena kasih-Nya terlalu besar untuk kita lewatkan.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah pelita iman saya masih bernyala terang, atau mulai meredup karena kurangnya doa dan relasi dengan Kristus?
2. Minyak apa yang saya kumpulkan setiap hari untuk menjaga pelita tetap hidup, apakah doa, firman, atau kesetiaan kecil?
3. Jika Sang Mempelai datang hari ini, apakah saya siap dengan pelita bernyala, atau masih sibuk mencari minyak di luar?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Sang Terang sejati,
jangan biarkan pelita iman kami padam.
Isi HATI kami dengan minyak kasih-Mu,
agar kami selalu siap menyambut-Mu
dengan doa yang setia, firman yang hidup, dan relasi yang nyata bersama-Mu. Amin.



