mediasumatera.id – Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Untuk menjadi pribadi yang berkualitas, maka kita harus berani meninggalkan zona nyaman. Yesus memerintahkan dia untuk bertolak ke tempat yang dalam: Duc In Altum, sehingga mendapatkan ikan dalam jumlah yang banyak. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat imemperingati Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 5: 1 – 11, yakni penjala ikan menjadi penjala manusia. Para saudaraku, Petrus adalah nelayan berpengalaman. Ia tahu kapan dan di mana ikan berada. Namun semalaman ia gagal. Ketika Yesus berkata: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu”, perintah itu bertentangan dengan logika dan pengalaman. Tetapi Petrus menjawab: “Karena Engkau, aku akan menebarkan jala juga.” Inilah inti Duc In Altum: taat melampaui perhitungan manusia. Hasilnya luar biasa, jala penuh ikan, perahu hampir tenggelam. Namun mukjizat itu bukan sekadar soal ikan. Justru di situlah Petrus sadar: tanpa Yesus, keahliannya sia-sia. Dari kesadaran akan ketidaklayakan lahirlah panggilan baru: “ Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Konteks kita hari ini tidak jauh berbeda. Dunia modern membuat kita nyaman di “perahu” kita: karier mapan, rutinitas aman, zona yang sudah kita kuasai. Kita bekerja keras mengejar “ikan” berupa kesuksesan, pengakuan, dan keamanan. Namun sering kali jaring kita kosong, lelah, hampa, tak bermakna.Yesus datang dengan firman yang menantang: “Bertolaklah ke tempat yang dalam.” Artinya, berani keluar dari zona nyaman, melangkah ke kedalaman iman, taat meski tidak masuk akal. Kadang itu berarti mengampuni yang sulit diampuni, memberi di tengah kekurangan, atau melayani di bidang yang asing. Duc In Altum adalah ajakan untuk tidak berhenti pada profesionalisme semata, tetapi bertransformasi menjadi penjala jiwa.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, jangan biarkan hidup kita berhenti di tepian danau dengan jala kosong. Dengarkan suara Yesus yang memanggil ke kedalaman. Di sana jala kosong dipenuhi BERKAT, dan HIDUP biasa diubah menjadi panggilan luar biasa. Duc In Altum berarti berani meninggalkan zona nyaman, taat pada firman, dan membiarkan Tuhan mengubah kita dari pencari ikan menjadi penjala manusia.“ Jangan takut. Mulai dari sekarang, engkau akan menjala manusia.
Pertanyaan Refleksi
1. Dalam aspek hidup mana saya masih bertahan di zona nyaman, enggan melangkah lebih dalam bersama Tuhan?Ketaatan pada firman
2. Apakah saya berani taat pada firman Tuhan meski bertentangan dengan logika, pengalaman, atau perhitungan manusiawi saya?Transformasi hidup
3. Bagaimana saya membiarkan Tuhan mengubah “perahu” dan “jala” saya—dari sekadar mencari kepentingan pribadi menjadi sarana menjala jiwa-jiwa bagi-Nya?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Engkau memanggil Petrus untuk bertolak ke tempat yang dalam.
Ajarlah kami berani meninggalkan zona nyaman, taat pada firman-Mu meski melampaui logika kami. Isi jala hidup kami dengan berkat-Mu, dan ubahlah kami dari pencari kepentingan pribadi menjadi penjala jiwa-jiwa bagi-Mu. Amin.




