PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Keluarga besar Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) merayakan Hari Ulang Tahun ke-62 GKPI, Minggu 30 Agustus 2026, dalam ibadah syukur yang digelar di GKPI Jemaat Khusus Imanuel Pematangsiantar, mulai pukul 16.30 WIB.
Menjelang ibadah, hujan deras sempat mengguyur Kota Pematangsiantar. Namun, hujan tidak menyurutkan kerinduan jemaat untuk datang mengikuti perayaan. Menjelang ibadah dimulai, hujan pun berhenti dan jemaat terlihat ramai berdatangan memasuki gereja.
Suasana semakin khidmat ketika para hamba Tuhan memasuki gedung gereja dan mendapat penyambutan penuh sukacita dalam nuansa budaya Batak. Prosesi tersebut menjadi bagian dari kebersamaan keluarga besar GKPI dalam mensyukuri perjalanan pelayanan gereja selama 62 tahun.
Perayaan ini bukan sekadar memperingati bertambahnya usia GKPI, tetapi menjadi momentum untuk mengenang penyertaan Tuhan sekaligus memperbarui semangat pelayanan gereja.
Sejalan dengan semangat “Menjangkau yang Belum Terjangkau” , GKPI diingatkan untuk tidak hanya hadir bagi jemaat yang sudah berada di dalam gereja, tetapi juga menjangkau mereka yang jauh, merangkul yang terluka, menguatkan yang lemah, serta membawa kasih Kristus di tengah masyarakat.

Ibadah dimulai dengan suasana yang khusyuk dan penuh penghayatan. Alunan nyanyian yang lembut mengisi ruangan, diiringi oleh Inang A. br. Sihombing bersama song leader Inang E.E. br. Sitorus dan Inang B. br. Parapat. Setiap nada yang mengalun seakan menyentuh relung hati terdalam. Beberapa jemaat tampak menutup mata, sebagian menundukkan kepala dalam doa. Pada saat itu, pujian tidak lagi sekadar lagu, melainkan menjadi persembahan jiwa yang naik ke hadirat Tuhan.
Rangkaian ibadah dipandu para liturgis, yakni Pdt. Chynthia Nainggolan, Pdt. Irvan Hutasoit, Pdt. Martin Hutabarat, Pdt. Jontra Purba, Pdt. Kalapi Lumban Gaol, dan Pdt. Lucia Judica Lumban Tobing. Doa syafaat dipimpin Pdt. Jhon Piter Simorangkir.
Kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya perwakilan lembaga mitra YAPENTRA, MAMRE, YDA, dan UEM, serta berbagai utusan jemaat dan kelompok, antara lain GKPI Siantar Kota, Glugur Darat, Tebing Kota, Marihat, JK Imanuel, Lantera, IAS, Korwil 3, Pegawai Kantor Sinode, serta BKS Perempuan.

Firman Tuhan disampaikan langsung oleh Amang Bishop GKPI, Pdt. Dr. Humala Lumbantobing, M.Th. Dalam khotbahnya, Bishop mengingatkan kembali panggilan gereja untuk “Menjangkau yang Belum Terjangkau”, sejalan dengan Matius 24:14 tentang Injil Kerajaan yang diberitakan menjadi kesaksian bagi semua bangsa.
Amang Bishop GKPI, Pdt. Dr. Humala Lumbantobing, M.Th menyampaikan ke jemaat agar kita datang ke gereja bukan hanya untuk menerima berkat.
Kita masuk untuk beribadah, lalu keluar untuk melayani.
Kita datang untuk dikuatkan, lalu pergi untuk menguatkan.
Kita datang membawa pergumulan, lalu pulang membawa pengharapan.
Kita menerima kasih Kristus, lalu membawa kasih itu kepada mereka yang belum terjangkau.
Di usia 62 tahun GKPI, kiranya kita tidak hanya bertanya, “Apa yang sudah diberikan gereja kepada saya?”
Tetapi dengan kerendahan hati kita bertanya:
“Tuhan, apa yang dapat aku lakukan bagi gereja-Mu dan bagi mereka yang belum terjangkau?”
Kiranya perayaan HUT ke-62 ini tidak berhenti pada kemeriahan sebuah acara. Biarlah menjadi saat untuk kembali saling mengasihi, mengampuni, merangkul dan berjalan bersama.
Sebab jika masih ada yang terluka dan menangis sendirian, tugas gereja belum selesai.
Jika ada yang mulai menjauh, mari kita dekati.
Jika ada yang merasa tidak dipedulikan, mari kita rangkul.
Jika ada yang jatuh, jangan kita hakimi, mari kita bantu berdiri kembali.
Dan jika ada saudara kita yang pernah pergi karena terluka, kiranya kasih Kristus membuka jalan agar suatu hari ia dapat menemukan kembali tempat untuk pulang.

Usai ibadah, sukacita berlanjut melalui acara seremonial pemotongan kue ulang tahun dan ramah tamah yang disambut antusias para hadirin.
Perayaan 62 tahun GKPI akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia gereja. Di balik sukacita itu tersimpan sebuah panggilan: gereja harus terus bergerak keluar membawa kasih Kristus.


Ibadah dan sukacita HUT ke-62 GKPI tersebut juga disaksikan dan diliput Media Sumatera melalui C.Pnt. Victor Asido Elyakim P., M.Kom.
Kehadiran media menjadi bagian penting dalam menyampaikan kabar pelayanan gereja kepada masyarakat yang lebih luas. Sebab di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pesan gereja tidak lagi hanya dapat didengar oleh mereka yang hadir di dalam gedung gereja, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat melalui pemberitaan dan media digital.
Hal tersebut memiliki makna tersendiri jika dikaitkan dengan tema “Menjangkau yang Belum Terjangkau.” Apa yang disampaikan dari mimbar pada Minggu sore itu diharapkan tidak berhenti di dalam tembok gereja, tetapi dapat diteruskan melalui pemberitaan sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui pelayanan GKPI dan, terutama, mendengar pesan kasih, pengharapan, misi dan diakonia yang dibawa gereja.
Kita masuk ke gereja untuk dikuatkan, lalu keluar untuk menguatkan. Kita menerima kasih Kristus, lalu membagikannya kepada mereka yang belum terjangkau. Bahkan melalui media, kabar sukacita itu dapat menembus batas gedung gereja dan menjangkau lebih banyak hati.
Hujan boleh datang dan perjalanan gereja boleh menghadapi berbagai tantangan, tetapi penyertaan Tuhan tetap nyata. Tuhan yang telah memelihara GKPI selama 62 tahun adalah Tuhan yang sama yang akan menuntun gereja-Nya melangkah ke masa depan.
Selamat HUT ke-62 GKPI. Teruslah melangkah, merangkul yang terluka, mencari yang jauh, melayani sesama dan menjangkau yang belum terjangkau.
Soli Deo Gloria, segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.
(VIP)



