JAKARTA, mediasumatera.id — Universitas Tarakanita (UTarki) menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang antikorupsi dan berkarakter kuat melalui kegiatan Kuliah Kebangsaan bertema “Mahasiswa Berintegritas: Membangun Budaya Antikorupsi” di Aula Maria Bintang Samudra, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ini menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI, Adian Yunus Yusak Napitupulu, S.H. , sebagai narasumber utama, serta diikuti oleh ratusan sivitas akademika UTarki.
Rektor UTarki, Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si., Ak., ACPA ., dalam sambutannya menekankan bahwa integritas adalah nilai mutlak yang harus dimiliki oleh generasi muda untuk membangun masa depan bangsa. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah strategis bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

“Generasi muda harus punya peran dalam membangun negeri dengan membuang jauh budaya korupsi,” ujar Singgih
Ia juga mendorong para mahasiswa agar berani menyampaikan aspirasi, memanfaatkan keterbukaan informasi, serta tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan perubahan.
“Mahasiswa jangan mudah menyerah ketika menghadapi hambatan, karena setiap perubahan membutuhkan ketekunan dan pengorbanan,” pesannya.
Kampus dan Ruang Kebebasan Akademik
Sementara itu, Adian Yunus Yusak Napitupulu dalam pemaparannya menyoroti pentingnya kebebasan akademik sebagai ruang esensial bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, berdiskusi, dan berpikir kritis.
“Kampus harus menjadi wadah berbagai gagasan untuk dibahas secara terbuka agar pengetahuan dapat berkembang melalui dialog dan kebebasan berpikir. Jika diibaratkan, kalau negara tidak memberi kesempatan kepada anak muda, maka negara tidak punya masa depan,” tegas Adian.

Politisi tersebut juga memaparkan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan regulasi semata, melainkan membutuhkan penegakan hukum yang tegas, sistem yang transparan, serta kesadaran kolektif masyarakat. Di samping itu, Adian turut menyoroti pentingnya jaminan kesejahteraan tenaga pendidik agar para guru dan dosen dapat menjalankan profesinya secara profesional, jujur, dan bermartabat.
“Hak guru adalah memperoleh kesejahteraan yang layak,” imbuhnya.
Diskusi Interaktif dan Kritisnya Peran Rakyat
Acara Kuliah Kebangsaan ini berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menyampaikan kegelisahan mereka terkait praktik korupsi di ruang publik serta minimnya keteladanan yang dapat dicontoh oleh generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, Adian mengingatkan agar masyarakat khususnya kalangan muda senantiasa menjaga sikap kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Kepercayaan yang membabi buta akan membuat pemerintah buta. Rakyat harus tetap kritis agar pemerintah bertindak secara transparan,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Kebangsaan ini, UTarki berharap para lulusannya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi. Komitmen tersebut sejalan dengan tata nilai khas kampus, yakni CB+ (Cerdas, Berintegritas, dan Bermakna), di mana mahasiswa diharapkan mampu menolak segala bentuk korupsi serta berkontribusi mewujudkan masyarakat yang adil dan bermartabat di mana pun mereka berkarya.(daris)







