Bengkalis, mediasumatera.id – Kapolda Riau didesak memberi perhatian serius terhadap penanganan kasus hilangnya Sampe Simarmata di Kabupaten Bengkalis. Hingga pemberitaan Cakap Riau pada 29 Oktober 2026, keluarga masih menanti kepastian nasib Sampe, sementara hasil tes DNA terhadap jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di kawasan perkebunan PT ADEI belum diketahui.
Ketidakpastian tersebut menjadi perhatian keluarga karena Sampe dilaporkan hilang sejak 5 Oktober 2026, sedangkan jenazah laki-laki tanpa identitas ditemukan dua hari kemudian, pada 7 Oktober 2026, di Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Meski terdapat dugaan keterkaitan antara hilangnya Sampe dan penemuan jenazah tersebut, identitas jenazah belum dapat dipastikan tanpa hasil pemeriksaan resmi.

Tujuh Orang Telah Diperiksa
Menurut pemberitaan Cakap Riau, tujuh orang dari unsur keluarga dan masyarakat telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Bengkalis pada 28 Oktober 2026.
Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan informasi mengenai hilangnya Sampe dan penemuan jenazah tanpa identitas. Namun, pemeriksaan saksi tidak serta-merta menjawab keberadaan Sampe ataupun memastikan penyebab kematian jenazah yang ditemukan.
Publikasi mengenai perkara ini juga menyebut adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian atau pembunuhan dalam dokumen terkait penyidikan. Dugaan tersebut tetap harus dibuktikan melalui proses hukum dan alat bukti yang sah.
Orang yang dimintai keterangan sebagai saksi juga tidak otomatis dapat dianggap sebagai pelaku tindak pidana.
Hasil DNA Belum Keluar, Identitas Jenazah Belum Dipastikan
Hasil pemeriksaan DNA menjadi salah satu hal penting yang dinantikan keluarga untuk mengetahui apakah jenazah yang ditemukan di kawasan perkebunan PT ADEI benar merupakan Sampe Simarmata.
Selama hasil pemeriksaan belum tersedia atau belum diumumkan secara resmi, tidak tepat menyatakan bahwa jenazah tersebut adalah Sampe.
Kepastian identitas diperlukan agar keluarga memperoleh jawaban berdasarkan bukti ilmiah, bukan dugaan. Sementara itu, penyelidikan terhadap rangkaian peristiwa hilangnya Sampe tetap perlu dilakukan sesuai kewenangan dan bukti yang tersedia.
Kapolda Riau Diharapkan Memberi Perhatian Serius
Keluarga yang masih menunggu kepastian membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan perkara. Karena itu, Kapolda Riau diharapkan memberi perhatian terhadap koordinasi penanganan kasus serta memastikan perkembangan penyidikan ditindaklanjuti secara profesional.
Polres Bengkalis juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai status pemeriksaan DNA, sepanjang informasi tersebut dapat disampaikan tanpa mengganggu proses penyidikan atau melanggar ketentuan hukum.
Apabila hasil DNA memang masih dalam proses, informasi tersebut perlu disampaikan secara transparan kepada keluarga, termasuk perkembangan yang dapat diinformasikan mengenai pemeriksaan dan identifikasi jenazah.
Desakan agar perkara diungkap bukan berarti mendahului kesimpulan penyidik. Sebaliknya, tuntutan tersebut merupakan harapan agar seluruh fakta terungkap dan tidak ada pertanyaan penting yang dibiarkan tanpa penjelasan.

Keluarga Masih Menanti Kepastian
Hingga pemberitaan Cakap Riau pada 29 Oktober 2026, hasil tes DNA belum diketahui, sementara tujuh orang telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Ada dua hal utama yang masih dinantikan: kepastian identitas jenazah dan kejelasan mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan Sampe Simarmata hilang.
Kapolda Riau didesak memberi perhatian serius agar misteri hilangnya Sampe Simarmata terungkap berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Keluarga membutuhkan kepastian, sementara masyarakat berhak memperoleh informasi yang akurat tanpa tuduhan yang belum terbukti.
Sumber: Cakap Riau, 29 Oktober 2026, “Ke Mana Sampe Simarmata? Tujuh Orang Diperiksa Polres Bengkalis, Keluarga Masih Menanti Kepastian.”







