DAMAI SEJAHTERA, mediasumatera.id – bagi para saudaraku ytk. Saya berharap menjumpai para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia di hari ini dan hari-hari yang akan datang. Pada hari ini, di hari Minggu Palma, kita diajak untuk Mengencangkan Sengsara Tuhan.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 23: 1 – 49, yakni Yesus di hadapan Pilatus; Yesus di hadapan Herodes; Yesus kembali di hadapan Pilatus; Yesus dibawa untuk disalibkan; Yesus disalibkan; Yesus mati. Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat Yesus menghadapi pengkhianatan, pengadilan yang tidak adil, penyiksaan, dan penyaliban. Namun, di tengah semua penderitaan itu, satu hal yang tetap bersinar, yakni: Cinta-Nya yang tidak terkalahkan. Oleh karena itu, ada beberapa point untuk kita, yakni: Pertama: Cinta yang Mengampuni. Saat disalib, Yesus berdoa, Ya Bapak, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Di sini kita melihat bahwa meski disakiti, Ia memilih untuk MENGAMPUNI. CINTA-NYA lebih besar daripada KEBENCIAN.
Kedua: Cinta yang Menjanjikan Keselamatan. Kepada penjahat yang BERTOBAT, Yesus berkata, hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. Tak peduli seberapa besar dosa kita manusia, KASIH-Nya memberi PENGHARAPAN.
Ketiga: Cinta yang Tetap Setia Sampai Akhir. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Yesus berseru, Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Ia taat sampai akhir, karena CINTA-NYA kepada Bapa dan kepada kita manusia.
Pesan untuk Hidup Kita:
1. Belas kasihan mengalahkan kebencian. Jika Yesus bisa mengampuni musuh-Nya, maka kita sebagai murid dan pengikut-Nya dipanggil untuk MENGASIHI dengan tulus, bahkan yang menyakiti dan melukai hati dan perasaan kita.
2. Tidak ada yang terlalu jauh dari kasih Allah. Seperti penjahat di salib, kita pun diundang untuk BERTOBAT dan MENERIMA anugerah-Nya.
3. Cinta sejati rela berkorban. Yesus membuktikan bahwa CINTA bukan sekadar PERASAAN, tetapi TINDAKAN nyata, bahkan sampai mati.
Jadi, Cinta Yesus di salib adalah bukti nyata bahwa cinta sejati mampu mengalahkan kebencian, ketidakadilan, dan dosa atau Amor Omnia Vincet. Oleh karena itu, salib, yang awalnya merupakan simbol PENGHINAAN, menjadi lambang KEMENANGAN kasih Allah atas dunia. Melalui pengorbanan-Nya, Yesus membuka jalan keselamatan bagi semua orang. Dengan demikian, renungan ini mengajak kita untuk merenungkan: apakah kita sudah mencerminkan cinta Yesus dalam hidup kita? Ketika kita menghadapi konflik atau ketidakadilan, atau pun dimusuhi, dibenci, dijatuhkan, diremehkan, difitnah, dijelek-jelekkan, dicibirkan, dihina, diblacklist, mampukah kita merespons dengan CINTA, seperti yang Yesus lakukan? Mari kita belajar untuk MENGASIHI, tanpa syarat, karena CINTA sejati Kristus memiliki kuasa untuk MENGUBAH hati dan mengalahkan segalanya atau Amor Omnia Vincet.
Kata Paus Fransiskus: “Salib adalah kata terakhir Allah atas kebencian. Di sana, cinta-Nya mengubah segalanya”. Selamat Hari Minggu Palma🙏🙏




