SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Sudahkah Anda berjaga-jaga atau siap siaga menanti kedatangan Anak Manusia? Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 24: 42 – 51, yakni nasihat supaya berjaga-jaga dan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat bahwa
kedatangan Anak Manusia atau parousia, adalah misteri Ilahi yang tidak dapat diprediksi oleh siapa pun. Tidak ada kalender surgawi yang bisa kita akses, tidak ada alarm rohani atau spiritual yang akan berbunyi sebelum Ia datang. Ia akan datang seperti pencuri di malam hari: tak terduga, tak terbayangkan, dan tak tertunda. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan kita melalui perumpamaan tentang hamba yang setia dan bijaksana. Hamba ini tidak menunggu perintah, baru bertindak, ia tetap menjalankan tugasnya dengan setia, bahkan ketika tuannya tampak lama kembali. Ia tidak bersantai, tidak menunda, tidak bermain-main dengan waktu. Ia hidup dalam kesiapsiagaan. Sebaliknya, hamba yang jahat hidup seolah-olah waktu adalah miliknya. Ia menunda tanggung jawab, dan menyalahgunakan kuasa, yang pada akhirnya terkejut oleh kedatangan tuannya yang tiba-tiba. Ia tidak siap dan akibatnya fatal.
Beberapa poin (puncta) Renungan Hari Ini:
Pertama Berjaga-jaga bukan berarti takut, tetapi hidup dengan kesadaran penuh Kedua Kesiapsiagaan rohani atau spiritual adalah buah dari kesetiaan sehari-hari. ‘Ketiga_
Menjadi hamba yang bijaksana berarti menjalankan tugas dengan KASIH, bukan hanya karena mau dilihat tuan. Kerja atau bertindak tanpa menunggu perintah.
Maka, mari kita belajar dari hamba yang setia dan bijaksana. Jangan tunggu tanda-tanda besar untuk berubah. Hidupkan atau nyalakan iman kita hari ini, layani sesama dengan tulus, dan hiduplah dalam terang KASIH Kristus. Maka, kapan pun Anak Manusia datang, kita sudah SIAP, bukan karena tahu waktunya, tetapi karena telah hidup dalam kehendak-Nya.
Akhirnya, Tuhan ajar kami untuk berjaga-jaga, bukan dengan ketakutan, tetapi dengan kesetiaan. Amin.
Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah aku sudah menjalani hidupku dengan sikap berjaga-jaga seperti hamba yang setia dan bijaksana, atau masih sering menunda-nunda tanggung jawab rohani atau spiritual?
2. Dalam hal apa saja aku bisa lebih setia dan bijaksana dalam menjalankan tugas yang Tuhan percayakan kepadaku, baik di keluarga, komunitas, pekerjaan, maupun pelayanan?
3. Jika Anak Manusia datang hari ini, apakah aku sudah SIAP menyambut-Nya dengan HATI yang bersih dan hidup yang berkenan kepada-Nya?
Selamat berefleksi🙏🙏



