BANGKOK, mediasumatera.id – Palembang Sumatera Selatan kembali membahana di mancanegara. Pertama kali dalam sejarah Peserta dari Palembang: yaitu Ashera Guiditta Kesuma meraih Juara 1 dalam kompetisi Vocal anak The 20th Zhongsin International Music Competition 2025 (Other Instruments) (ZIMC Bangkok 2025) bekerjasama dengan FIMO (Federasi Penyelenggara Musik Internasional), Dari Indonesia ada 19 peserta yang ikut acara ini. Dan mereka bertemu dengan peserta dari beberapa negara di Asia. Ashera merupakan anak dari Bapak Suryadi Kesuma dan Ibu Desy Natalia.
Bakat musik Ashera mengalir dari kedua orang tua nya yang juga dikenal sebagai pemusik. Ayahnya piawai dalam bermain piano di gereja dan ibunya merupakan penyanyi yang telah melalang buana didunia tarik suara di Indonesia. Ibu Desy Natalia yang adalah seorang arsitek , dikenal juga sebagai penyanyi yg telah merilis 2 single lagunya dan diproduseri langsung oleh para musisi terkenal Indonesia salah satunya Badai dari Kerispatih.

Ashera menekuni dunia tarik suara sedari kecil melalui kedua orang tua nya. Lalu kemudian memutuskan untuk memulai khursus vocal di Granada Musica Studio dengan pelatihnya yaitu miss Maria Dewi Yunita. Menurut Miss Maria, Ashera sangat menyukai dunia tarik suara, terbukti beberapa kali mengikuti lomba dan konser, Ashera tidak pernah gagal memberikan performa terbaik diatas panggung.
The 20th Zhongsin International Music Competition 2025 (Other Instruments) (ZIMC Bangkok 2025) menandai tonggak sejarah baru dalam membina musisi muda global melalui platform yang merayakan seni, disiplin, dan kolaborasi internasional. Diselenggarakan atas kerja sama dengan FIMO (Federasi Penyelenggara Musik Internasional), acara bergengsi ini mempertemukan para penampil muda berbakat dari seluruh Asia untuk berkompetisi, belajar, dan berbagi kecintaan mereka terhadap musik.

Sejak didirikan, Kompetisi Musik Internasional Zhongsin (ZIMC) telah diakui sebagai salah satu wadah paling bergengsi di Asia bagi para musisi muda. Kompetisi Musik Internasional Zhongsin ke-20 tahun 2025 melanjutkan tradisi ini, menyambut para instrumentalis dari seluruh dunia ke Bangkok, Thailand.
Acara tahun ini berfokus pada kategori “Instrumen Lain”, yang menyoroti beragam disiplin musik di luar piano dan alat musik gesek yang umum digunakan. Melalui upaya gabungan FIMO, para pengajar, dan lembaga mitra, para peserta tidak hanya diberi kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga untuk mengembangkan pemahaman musik yang lebih mendalam dan pengalaman internasional.

Principal Granada Musica Studio, Lala Gozali M.Sn, menanggapi bahwa Granada selalu terbuka untuk menampung, mendidik dan mengarahkan anak” yang ingin berkembang dan menekuni dunia musik. Talenta” muda saat ini sangat banyak yang berbakat. Dan Ashera salah satu anak “prodigy” di Granada Musica Studio karena sudah memiliki jiwa seni (musikal) sehingga sangat mudah dibentuk.
“Kami memaparkan beberapa lagu lomba yang harus dia pilih, dan Ashera memilih yang teatrikal opera” pop jazz yang memang cukup menantang” ujar miss Lala.

.
Baik para pemenang maupun peserta mendapatkan penghargaan atas prestasi dan upaya mereka. Upacara ini melambangkan lebih dari sekadar hasil kompetisi — melainkan perayaan atas pertumbuhan, pertukaran budaya, dan kecintaan bersama terhadap musik. (daris)







