MEDIASUMATERA – HUMBAHAS : Tim Peneliti Balai Arkeologi Sumut melakukan ekskavasi di Huta Ginjang Dolok desa Sinambela kec. Bakti Raja , Kab. Humbang Hasundutan selama 10 hari efektif, 24 Agustus 2021 – 3 September 2021. (Minggu, 05/09/2021).
Ketua Tim Peneliti Defri Simatupang menyatakan, penelitian dilakukan dalam upaya mencari data dan bukti jejak permukiman lama dinasti Sisingamangaraja dengan paradigma SDGs – pembangunan berkelanjutan, sinergi dengan masyarakat lokal, Aparat Desa hingga Camat, juga Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Humbahas.
Kerangka manusia ditemukan di bawah kolong eks rumah adat dengan kedalaman penggalian kurang lebih 30 cm, juga di belakang rumah adat yang biasanya menjadi area sisa dapur, juga sisi samping rumah adat.
Tata letak kerangka tidak beraturan atau acak, bercampur dengan kerangka hewan, diduga bukan kematian yang dikuburkan alamiah oleh manusia, berdasarkan analisa memiliki kemungkinan terkena bencana longsor diperlihatkan batu di atas kerangka, wabah penyakit atau perang.
Kepala Desa Henri Sinambela menyatakan , permukiman lama sudah ditinggalkan kosong 10 -20 tahun yang lalu oleh warga, dahulu masih peninggalan leluhur Ompu Humutur Sinambela.
Thompson Hs, tim peneliti yang terlibat dalam melacak silsilah sejarah dinasti Sisingamangaraja menambahkan Ompu Humutur Sinambela masih satu generasi dengan Sisingamangaraja I, Ompu Manghuntal Sinambela.
Dametudiru Samosir , perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Humbahas pro aktif dalam kegiatan penelitian dan pertemuan, ia berharap masyarakat lokal dapat bekerja sama untuk menghidupkan kembali permukiman lama Huta Ginjang Dolok yang sebelumnya ditinggalkan kosong, menjadi potensi wisata baru di Bakti Raja.
Temuan ini dapat menjadi bukti masa dinasti Sisingamangaraja juga bisa menambah daya tarik kunjungan wisata, selain dari keunikan bentuk teras permukiman lama dengan parik benteng batu bersusun, keberadaan pohon sakral Hariara, mata air, juga keindahan menghadap pemandangan Danau Toba.
Lokasi ini berdekatan dengan Batu Hundul hundulan Sisingamangaraja dan Hariara Tungkot, hingga dapat menjadi paket wisata sejarah desa Sinambela berdampingan dengan aktivitas pertanian sawah padi dan petani bawang.
Astri Manullang, Camat Bakti Raja bersedia memfasilitasi pertemuan berikutnya dengan warga lokal membuat kesepakatan bersama agar ada kemajuan bagi desa Sinambela melalui revitalisasi permukiman lama Huta Ginjang Dolok.
Penelitian Kawasan Situs Bakara rencananya masih dilanjutkan tahun depan dengan mendatangkan tim ahli tulang yang bisa mendapatkan data lebih detail terperinci, termasuk usia kerangka, penyebab kematian bahkan DNA. Segala informasi yang didapatkan oleh Tim Media Sumatera langsung dilokasi dengan mengikuti Protokol Kesehatan. (Sultan Saragih).







