DAMAI BAGIMU, mediasumatera.id – para saudaraku ytk.dalam Kristus. Semoga saya menjumpai para saudaraku dalam keadaan damai, sehat dan bahagia.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 8: 18 – 22, yakni hal mengikut Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia memilih untuk menyeberang dan melanjutkan perjalanan. Dua orang datang kepada-Nya: seorang ahli Taurat yang penuh semangat, dan seorang murid yang ingin menunda panggilannya demi mengurus urusan keluarga. Kedua respons itu tampak berbeda, namun Yesus menunjukkan satu hal yang sama: mengikuti-Nya menuntut keberanian untuk melepaskan diri dari berbagai ikatan dan belenggu duniawi. Oleh karena itu, Yesus menantang kesungguhan, bukan sekadar antusiasme. Kepada ahli Taurat yang berkata, Aku akan mengikut Engkau ke mana saja Engkau pergi, Yesus menjawab dengan realita keras: serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Mengikut Yesus berarti siap menghadapi ketidaknyamanan dan kehilangan jaminan dunia. Sementara itu, murid yang lain ingin menunda panggilannya sampai ia menguburkan ayahnya. Tetapi Yesus menanggapinya dengan tegas: Ikutlah Aku dan biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka. Panggilan untuk mengikut Yesus adalah panggilan mendesak, bukan sekadar rencana nanti.
Jadi, mengikut Yesus adalah keputusan untuk melepaskan diri dari berbagai kelekatan manusiawi dan duniawi, agar bisa mengikut Yesus. Melepaskan keterikatan pada kenyamanan, pada status, bahkan pada kewajiban sosial yang terkadang menjadi alasan untuk menunda ketaatan. Yesus tidak meminta kita meninggalkan segalanya karena Ia kejam, tetapi karena Ia tahu hanya dengan tangan yang terbuka dan hati yang sepenuhnya berserah, kita bisa benar-benar mengikut-Nya.
Pertanyaan Refleksi untuk Kita:
1. Apa yang masih kita pegang erat, yang menghalangi kita untuk sepenuhnya mengikut Yesus?
2. Apakah kita berani melepaskan zona kenyamanan, rencana pribadi, atau tradisi demi menjawab panggilan Yesus?
Selamat berefleksi🙏🙏



