SALVE, mediasumatera.id – bagimu para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda selalu berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan saat akhir zaman? Berjaga-jaga dapat diwujudkan lewat doa, pertobatan dan perbuatan baik. Doa, pertobatan dan perbuatan baik adalah sebuah sikap bijak yang aktif dan bukan pasif.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 12: 35 – 38, yakni kewaspadaan.
Yesus mengajak kita untuk hidup dalam sikap berjaga-jaga, seperti hamba yang menanti tuannya pulang dari pesta. Mereka tidak tahu kapan tuan itu datang, tetapi mereka tetap siap, tetap berjaga, tetap setia. Inilah gambaran orang bijaksana yang menantikan Parousia—kedatangan Tuhan yang kedua. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan-Nya yang kedua. Namun, berjaga-jaga yang diharapkan bukanlah sikap pasif, melainkan aksi nyata yang diwujudkan dalam: Pertama Doa yang tekun, sebagai napas jiwa yang terus terhubung dengan Sang Sumber Hidup.Kedua Ibadat dan ekaristi, sebagai perjumpaan yang menguatkan dan menyucikan. Ketiga Pertobatan yang terus-menerus, sebagai jalan pembaruan diri.
Keempat Perbuatan baik yang tidak jemu, sebagai buah KASIH yang hidup. Dan dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memuji hamba yang berjaga-jaga dengan bijaksana. Mereka disebut berbahagia, karena saat Tuhan datang, Ia akan melayani mereka. Betapa indahnya janji ini!
Akhirnya, hidup kita di dunia ini hanyalah persinggahan. Kita tidak tahu kapan Tuhan akan menjemput kita pulang. Maka, berjaga-jagalah dengan sikap proaktif, bukan karena takut, tetapi karena cinta dan kerinduan akan perjumpaan abadi.
Selamat berjaga-jaga selalu. Semoga pelita imanmu tetap menyala, dan HATImu tetap siap menyambut Dia yang datang sebagai Raja Kemuliaan.
Pertanyaan refleksi
1. Apakah aku sudah menjalani hidup dengan sikap berjaga-jaga yang aktif, melalui doa, ibadat, dan ekaristi atau masih menunda-nunda pertobatan dan perbuatan baik?
2. Dalam kesibukan harian, sejauh mana aku menyadari bahwa hidup ini sementara dan bahwa Tuhan bisa datang kapan saja?
3. Apa bentuk pertobatan dan aksi kasih yang bisa aku lakukan hari ini sebagai wujud kesiapsiagaan rohani?
Selamat berefleksi🙏🙏





