Bersukacita di Gunung Batu, Tuhan Memanggil Kita Menjadi Saluran Berkat di Minggu Estomihi

Bersukacita di Gunung Batu, Tuhan Memanggil Kita Menjadi Saluran Berkat di Minggu Estomihi

PEMATANGSIANTAR, mediasumatera.id – Suasana ibadah Minggu Estomihi di GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, Minggu, 15 Februari 2026, berlangsung penuh sukacita, pengharapan, dan perenungan mendalam. Di tengah proses renovasi rumah ibadah yang masih berjalan, jemaat tetap hadir dengan kerinduan untuk bersekutu. Debu bangunan dan tembok yang belum rampung justru menghadirkan suasana haru, seolah Tuhan Yesus sendiri sedang menanam benih iman yang baru dan memperbarui hati umat-Nya di kota Pematangsiantar. Dan kita berharap Doa para Jemaat GKPI JK Immanuel dan jemaat Kristus yang rindu akan panggilan Kasih dan Berkat dari Tuhan Yesus Kristus dalam pembangunan renovasi Gereja GKPI JK Immanuel Pematangsiantar.

Ibadah dimulai dengan pujian dari PKJ yang diiringi lembut oleh Tessa br. Lubis bersama dengan pemimpin paduan suara Samuel Sirait dan Helwis Togatorop. Alunan musik yang tenang membawa jemaat masuk dalam suasana teduh dan khidmat, menuntun hati untuk semakin dekat ke hadirat Tuhan. Liturgi dipimpin oleh amang Pnt. J. Sipayung dengan penuh ketenangan, dilanjutkan pembacaan epistel dari 2 Samuel 22:44–51 yang menegaskan penyertaan Tuhan sebagai pembebas dan pelindung umat-Nya.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th, dengan tema: “Yesus Dimuliakan di Atas Gunung” berdasarkan Lukas 9:28–36. Dalam khotbahnya, beliau mengajak jemaat memasuki makna Minggu Estomihi, yang berarti: “Engkaulah gunung batuku, tempat perlindunganku, dan benteng pertahananku.”

Beliau mengingatkan bahwa hidup manusia tidak pernah lepas dari pergumulan. Tekanan ekonomi, persoalan keluarga, kesehatan, pelayanan, hingga masa depan sering kali membuat hati gentar. Namun firman Tuhan menegaskan bahwa di tengah dunia yang tidak pasti, ada satu yang pasti: Yesus adalah Gunung Batu yang teguh dan tidak tergoncangkan.

Baca Juga :  Yesus Adalah Roti Hidup

Melalui kisah Yesus yang membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik ke gunung untuk berdoa, jemaat diajak untuk membangun relasi yang intim dengan Tuhan. Doa bukan sekadar rutinitas, melainkan perjumpaan anak dengan Bapa. Ketika umat datang dalam doa, mereka ditempatkan sebagai anak yang dilindungi oleh kasih kebapaan Allah. Dengan demikian, Yesus menjadi tempat perlindungan sejati bagi setiap orang yang bersandar kepada-Nya.

Khotbah juga menekankan bahwa dalam peristiwa transfigurasi, Yesus berdiri di antara Musa dan Elia—dua tokoh besar iman Israel—namun pada akhirnya hanya Yesus yang tinggal. Pesan ini menegaskan bahwa Kristus lebih besar dari semua tokoh manusia. Semua yang fana bisa berlalu, tetapi Kristus tetap untuk selama-lamanya. Karena itu, jemaat diingatkan untuk tidak menjadikan manusia atau dunia sebagai sandaran utama, melainkan hanya Yesus sebagai Gunung Batu yang kekal.

Selain itu, peristiwa tersebut menunjukkan keilahian Kristus sebagai Tuhan atas hidup dan mati. Ia menjadi pusat doa, pusat pengharapan, dan pusat kehidupan umat. Bukan tempat tertentu yang membuat doa berkuasa, melainkan hati yang datang dengan kasih dan kerendahan di hadapan Tuhan.

Menutup khotbahnya, amang Pdt. Tubiran MT Simamora, M.Th mengajak jemaat untuk kembali menaruh seluruh harapan kepada Kristus. Di tengah kehidupan yang penuh tantangan, jemaat diingatkan agar tidak mencari perlindungan yang fana. Sebaliknya, setiap orang diajak datang kepada Yesus, berdoa kepada-Nya, dan hidup dalam kasih-Nya.

“Jadikan Yesus sebagai Gunung Batu dalam hidupmu. Dialah tempat perlindungan kita, benteng pertahanan kita, dan harapan kita untuk selama-lamanya,” demikian pesan penutup yang menggema di hati jemaat.

Ibadah Minggu Sexagesima di tengah renovasi gereja ini menjadi simbol bahwa meskipun bangunan fisik masih diperbarui, Tuhan sedang membangun iman dan pertobatan di dalam hati umat-Nya. Suasana ibadah yang sederhana namun penuh makna itu meninggalkan kesan mendalam: di tengah keterbatasan, kasih Tuhan tetap sempurna, dan di tengah pergumulan, Kristus tetap menjadi Gunung Batu yang setia.

Baca Juga :  Kesaksian Dua Murid Emaus

Bersukacita di Gunung Batu, Tuhan Memanggil Kita Menjadi Saluran Berkat di Minggu Estomihi

Pelayanan Ibadah:

  • Warta Jemaat & Doa Syafaat:Inang Pnt. D br Gultom
  • Song leader/ Pujian:Samuel Sirait dan Helwis Togatorop
  • Organis:Tessa br Lubis
  • Persembahan:Amang Pnt. A Lubis & R Lumbantobing
  • Penerimaan Tamu:Amang C.Pnt. B Simangunsong & Inang Pnt. N br Marbun.

Renovasi gedung gereja masih berlangsung. Dinding-dinding belum sepenuhnya selesai, debu pembangunan masih terlihat, dan suara pekerjaan sesekali terdengar. Namun di tengah proses itu, jemaat merasakan bahwa Tuhan sedang melakukan renovasi yang jauh lebih indah. Ia tidak hanya membangun tembok bangunan, tetapi sedang membangun kembali hati umat-Nya. Ia menegakkan kembali tembok iman yang mungkin sempat retak, dan menyalakan kembali terang pengharapan yang sempat redup.

Suasana ibadah terasa begitu dalam dan menyentuh. Bukan kemegahan ruangan yang membuat hati tergerak, melainkan hadirat Tuhan yang nyata di tengah kesederhanaan. Setiap pujian, doa, dan firman seolah menjadi batu demi batu yang Tuhan pakai untuk memperbarui kehidupan umat-Nya.

Di akhir ibadah, banyak jemaat terdiam dalam keheningan yang kudus. Beberapa meneteskan air mata. Bukan air mata kesedihan, tetapi air mata yang lahir dari perjumpaan dengan kasih Allah yang memulihkan. Ada hati yang dikuatkan kembali, ada iman yang diteguhkan, dan ada pengharapan yang dinyalakan kembali.

Minggu Estomihi menjadi pengingat bahwa ketika Tuhan bekerja, Ia tidak hanya memperindah bangunan, tetapi juga memperindah hati umat-Nya. Dan di tengah segala keterbatasan, kasih-Nya tetap sempurna, menyentuh, dan memulihkan setiap jiwa yang datang kepada-Nya.

Bersukacita di Gunung Batu, Tuhan Memanggil Kita Menjadi Saluran Berkat di Minggu Estomihi

Bagi jemaat dan donatur yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi renovasi GKPI Jemaat Khusus Immanuel Pematangsiantar, dapat menyalurkan donasi melalui:

Rekening Donasi:
🏦 Bank: Bank SUMUT
💳 Nomor Rekening: 22002040465521
📌 Atas Nama: PANPEM GKPI JK Immanuel

Baca Juga :  Jadilah Pelita Yang Bercahaya

Setiap dukungan yang diberikan, baik besar maupun kecil, akan sangat berarti bagi pembangunan rumah Tuhan. Tuhan memberkati setiap tangan yang memberi dengan sukacita.

 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu ”

(2 Korintus 9:7–8)

Soli Deo Gloria.

(VIP)