SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id – para sahabat Yesus. Apa kabar para sahabat Yesus di hari yang baru ini. Kiranya para sahabat dalam keadaan sehat, semangat dan bahagia. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan apa pun keadaan para sahabat.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 3: 1 – 6, yakni Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Orang yang disembuhkan oleh Yesus ini adalah seorang yang mati sebelah tangannya. Tangan merupakan salah satu anggota tubuh manusia yang serbaguna dan penting, yang memungkinkan manusia melakukan berbagai aktivitas serta berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Bisa dibayangkan penderitaan yang dialami oleh orang yang mati sebelah tangannya itu. Yesus sudah pasti tergerak hati-Nya untuk menyembuhkan orang itu, walaupun hari itu adalah hari Sabat. Dia juga tahu, bahwa orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat pasti akan mengkritik dan mencari kesalahan-Nya, dengan bersembunyi di balik aturan hari Sabat. Tetapi Yesus tidak gentar dan takut terhadap mereka, maka Dia berkata kepada orang yang mati sebelah tangannya: ” mari, berdirilah di tengah!”. Orang yang mati sebelah tangannya itu diminta Yesus berdiri di tengah orang-orang Farisi bukan untuk dibully atau dipermalukan, melainkan untuk disembuhkan. Di balik itu Yesus mau memberikan pelajaran kepada orang-orang Farisi yang melarang Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Di hadapan orang yang mati sebelah tangannya, Yesus berkata kepada orang-orang Farisi: ” manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”. Mereka tidak bereaksi sama sekali alias diam saja. Maka, Yesus jengkel dan marah karena kedegilan hati mereka. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada orang yang mati sebelah tangannya: ” ulurkanlah tanganmu! Maka seketika itu juga sembuhlah tangannya”. Bagaimana dengan kita? Adakah kita juga dalam hidup sehari-hari, seperti orang-orang Farisi yang degil hati dan pikiran? Orang yang degil, entah hati atau pikiran adalah orang yang yang keras kepala, kaku, dan sulit untuk berubah atau berkompromi. Jika kita memiliki sikap degil, maka Yesus akan jengkel dan marah juga kepada kita. Maka, mari kita berdoa kepada-Nya: ” Yesus yang lemah lembut, rendah hati dan murah hati, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu”. Semoga demikian 🙏🙏




