Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

PALEMBANG, mediasumatera.id  – Suasana haru menyelimuti Gereja Katolik Santo Yoseph Palembang saat ratusan pelayat berkumpul dalam Misa Requiem untuk melepas kepergian Dra. Christina S (80). Jenazah sosok pendidik legendaris Yayasan Xaverius ini ditemukan di wilayah Tanjung Lago, Banyuasin, pada Selasa (27/1), setelah dilaporkan hilang selama 13 hari akibat menjadi korban pencurian dengan kekerasan.

Kepergian Seorang Hamba yang Setia

Misa pelepasan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi Vikjen KAPal RD Yohanes Kristianto, Pastor Paroki St. Yoseph RD Hyginus Gono Pratowo, serta puluhan imam lainnya.

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Dalam khotbahnya yang sarat emosi, Mgr. Harun menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar duka bagi keluarga atau Gereja, melainkan “Duka Kemanusiaan.” Beliau menekankan bahwa hidup adalah milik Allah sepenuhnya.

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

“Tak seorang pun meminta dilahirkan, hanya Tuhan adalah Tuan atas kehidupan. Kita berduka karena ada manusia yang begitu kejam menghabisi sesamanya, merampok orang tua yang tak berdaya. Pembenci kehidupan adalah musuh Allah. Namun sebagai anak-anak Allah, meski sesakit apa pun, marilah kita tidak membalas dengan dendam. Allah kita adalah Maha Rahim,” pesan Mgr. Harun di hadapan umat yang hadir.

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Sosok “Mami” yang Dicintai

Dra. Christina, atau yang akrab disapa Bu Kristin atau Mami, adalah istri dari mendiang pensiunan perwira Polri, Jacobus Alon. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai guru matematika yang “killer” namun sangat penyayang di SMP Xaverius 2, SMA Xaverius 3, dan SMA Xaverius 1 Palembang.

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Setelah purnatugas pada 2008, Bu Kristin mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan gereja. Ia merupakan anggota aktif kelompok Warakawuri, Kelompok Simeon, hingga tim hias altar. Kedekatannya dengan para alumni terlihat dari derasnya ungkapan duka di media sosial yang mengenangnya sebagai sosok guru yang tiada duanya.

Baca Juga :  Siswa SMK Tewas Ditempat Dilindas Mobil

 

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Update Penegakan Hukum

Di sisi lain, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum telah bergerak cepat mengungkap kasus ini. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengonfirmasi bahwa tiga tersangka telah diamankan, termasuk pelaku utama berinisial YG (61) yang ditangkap di Tulungagung, Jawa Timur.

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Para pelaku diduga melakukan aksinya pada 14 Januari 2026 saat korban hendak berobat. Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi Mirage milik korban serta uang tunai hasil kejahatan. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 479 KUHP terkait pencurian dengan kekerasan.

Duka Kemanusiaan di Altar St. Yoseph Palembang: Melepas Kepergian Ibu Christina, Pendidik Setia dan Saksi Iman

Pertandingan Iman yang Damai

Pihak keluarga dan umat Paroki St. Yoseph menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim Jatanras Polda Sumsel atas kerja keras mereka. Meski mengakhiri perjalanan di dunia dalam peristiwa yang tragis, Bu Kristin dikenang sebagai sosok yang telah menyelesaikan “pertandingan iman” dengan setia hingga akhir.(daris)