Opini  

Gerakan Nasional Ergo-P3 Percepatan Peningkatan Produktivitas Berbasis Ergonomi

Gerakan Nasional Ergo-P3 Percepatan Peningkatan Produktivitas Berbasis Ergonomi

Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM.

Dosen Program Studi Teknik Industri Fak. Sains dan Teknologi, Universitas Katolik Musi Charitas

Jl. Bangau 60 Palembang Sumatera Selatan 30126

mediasumatera.id – Membuka lembaran baru tahun 2025 dengan semangat baru, representasi hasil evaluasi dan ukuran kinerja produktivitas yang baru dan merujuk sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI (Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D.) pada acara pembukaan Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional XXVIII-2024 di Bali bahwa Tren Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2020 ketika pandemi COVID-19 mulai masuk ke Indonesia. Pertumbuhan PDB Indonesia di tahun 2024 sebesar 5,03 persen (c-to-c), berdampak pada pertumbuhan Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia. Meski demikian Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia masih diperingkat 5 diantara negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Brunai Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Posisi Indonesia masih diatas bila dibandingkan dengan Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja dan Timor Leste 

Seiring dengan Rapor 100 Hari Prabowo-Gibran: Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih dan Program Ekonomi, Energi, Lingkungan Hidup serta Penegakan Hukum (Celios, 2025). 100 hari pertama bukan sekedar angka, melainkan penanda awal untuk mengukur arah kebijakan, keberanian mengambil keputusan strategis, dan kemampuan mengatasi permasalahan bangsa yang bersifat fundamental.Peningkatan kesejahteraan umum setiap aspek kehidupan masyarakat adalah tujuan utama pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan nasional. Salah satu Tujuan Pembangunan Nasional adalah peningkatan kesempatan kerja, yang merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu tantanganpembangunan di Indonesia adalah produktivitas Indonesia yang masih rendah. Untuk meningkatkan daya saing di seluruh dunia, perekonomian secara keseluruhan bergantung pada peningkatan produktivitas tenaga kerja. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas merupakan komponen penting menuju perekonomian yang lebih kompetitif dan sejahtera. Output yang dihasilkan oleh berbagai karyawan pada tahuntertentu disebut produktivitas karyawan.Produksi yang lebih tinggi menunjukkan bahwa karyawan lebih produktif. Data bahwa produksi tenaga kerja Indonesia masih rendah dibandingkan negara berkembang lainnya harus diberi solusi. Setiap komponen produktivitas dipengaruhi oleh sumber daya alam (SDA), kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pengetahuan teknologi yang mendukung proses produksi. Rendahnya produktivitas tenaga kerja adalah salah satu masalah ketenagakerjaan Indonesia saat ini. Indonesia memiliki potensi SDM yang besar. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 275 juta jiwa, dengan 60% di antaranya berusia produktif. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Persentase pertumbuhan produktivitas tenaga kerja yang relatif rendah di Indonesia, dan bervariasi dari provinsi ke provinsi.

Pendekatan Ergonomi Total (Total Ergonomics Approach)

Ergonomi adalah ilmu, teknologi, dan seni untuk menserasikan cara, alat dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia, demi terbentuknya suatu alat, sistem kerja, lingkungan efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien (ENASE) untuk tercapainya produktivitas maksimal (Setiawan et al., 2024; 2025). Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan sistemik, holistik, interdisipliner, dan partisipasi (SHIP Approach) selama kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif diciptakan keseimbangan rasional antara aspek teknis, ekonomis, danantropologis dari setiap sistem kerja yang dilakukan sehingga tercipta produktivitas dan kualitas hidup yang tinggi karena to fit the man to the job. Pendekatan ergonomi total (PET) adalah suatu pendekatan yang mengintegrasikan  antara konsep penerapan teknologi tepat guna (TTG) dan pendekatan SHIP(Setiawan et al., 2023). Pendekatan SHIP dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh aspek ergonomi dalam proses desain sampai produksi dari hulu sampai hilir dengan berkesinambungan dan terintegrasi. Pengalaman dan ilmu yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan, masukan berbagai narasumber, pakar ataupun praktisi untuk membahas semua permasalahan yang timbul atau dihadapi. Proses PET dalam memecahkan masalah kondisi dan lingkungan kerja lama, diawali dengan mengidentifikasi masalah menggunakan; 8 masalah ergonomi, yaitu; 1) gizi dan nutrisi, 2) sikap tubuh, 3) pemanfaatan tenaga otot, 4) kondisi lingkungan, 5) kondisi waktu, 6) kondisi sosial, 7) kondisi informasi, dan 8) interaksi manusia dan mesin, menggunakan pendekatan SHIP secara; 1) sistemik, 2) holistik, 3) interdisipliner, dan 4) partisipatori, dan TTG yang terdiri atas; 1) teknis, 2) ekonomis, 3) ergonomis, 4) sosial budaya, 5) hemat energi, dan 6) tidak merusak lingkungan(Rinamurti, M., & Setiawan, H. 2023). Langkah selanjutnya menentukan skala prioritas penyelesaian masalah, perancangan alat, perbaikan lingkungan dan organisasi kerja. Evaluasi dengan menggunakan metode pengukuran ergonomi untuk tahap penyempurnaan/finishing.

Percepatan Peningkatan Produktivitas (P3)

Produktivitas umumnya didefinisikan atau dirumuskan sebagai perbandingan antara output dan pendapatan, atau antara PDB dan tenaga kerja. Kemampuan seseorang untuk menghasilkan sejumlah produk tertentu dalam satuan waktu tertentu dikenal sebagai produktivitas tenaga kerja. Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja adalah rasio antara produk berupa barang dan jasa dengan tenaga kerja yang digunakan, baik individu maupun kelompok dalam satuan waktu tertentu yang merupakan besaran kontribusi tenaga kerja dalam pembentukan nilai tambah suatu produk dalam proses kegiatan ekonomi. Dari sisi produktivitas jika diukur dengan GDP per worker employed, Indonesia masih relatif tertinggal dari negara tetangga. Jika melihat mayoritas tenaga kerja Indonesia saat ini, hampir 60% tepatnya 58,78% pekerja di Indonesia masih tamatan pendidikan rendah yaitu, SMP ke bawah. Mereka memiliki keterbatasan skill, sehingga akan sulit untuk meningkatkan produktivitas dan bersaing. Teori upah efisiensi mengatakan bahwa peningkatan upah pekerja dapat berdampak pada peningkatan produktivitas pekerja, karena besarnya pendapatan pekerja akan berdampak pada kesejahteraan pekerja dan meningkatkan kemampuannya memenuhi kebutuhan. Selain itu juga dikatakan bahwa besarnya upah pekerja dapatmeningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi dalam negeri.

Percepatan Peningkatan Produktivitas (P3) seharusnya dilakukan berbasiskan data dengan perbandingan sebelum melakukan intervensi dan setelahnya.Potret SDA Indonesia yang memiliki potensi besar namun belum siap untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, seharusnya menjadi negara pertama yang memulaimengembangkan SDM yang berkualitas, produktif, dan professional. Kinerja perekonomian bergantung pada tingkat produktivitas pekerja. Peningkatan produktivitas penting untuk perekonomian secara keseluruhan karena memungkinkan kita untuk tetap kompetitif secara keseluruhan. Maka peningkatan produktivitas adalah bagian penting dari perekonomian yang lebih sejahtera dan kompetitif. Strategi, kebijakan dan rencana aksi Gerakan Nasional P3 yang berbasiskan pendekatan ergonomi total (Ergo-P3) harus terstruktur, sistematis, dan masif dari program nasional hingga implementasi di setiap daerah di seluruh Indonesia.  Strategi jangka menengah diperlukan dan diarahkan untuk mengakselerasi transformasi ekonomi menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan yang dilakukan diantaranya adalah: mewujudkan SDM unggul yang produktif, inovatif, dan berdaya saing, sehingga Ergo-P3 menjadi spirit setiap insan Indonesia.Persentase pertumbuhan produktivitas tenaga kerja yang relatif rendah di Indonesia, yang bervariasi berfluktuatif dari provinsi ke provinsi yang diakibatkan oleh ketidakarifan ketimpangan penggangguran terbuka dapat diminimalisir.Faktor ketidakmerataan yang menyebabkan produktivitas di Indonesia cukup rendah dibanding negara berkembang lainnya, meskipun berpenduduk padat seharusnya dapat menjadikan produktivitas sebagai gerakan nasional pembangunan Ergo-P3. Rekomendasi Gerakan Nasional Ergo-P3 diharapkan menggapai asa dan tujuan bersama. Tingkat produktivitas dari implementasi Ergonomi Total selalu merekomendasikan keseimbangan antara tuntutan tugas (task demand) dengan kapasitas kerja (work capacity) agar didapatkan performa kerja yang tinggi. Tuntutan tugas harus disesuaikan dengan kapasitas kerja si pekerja, tidak boleh terlalu rendah (underload) dan tidak boleh terlalu berlebihan (overload). Sesuai dengan prinsip harmonisasi jenis pekerjaan terhadap tenaga kerja atau orang (fit the job to the man). Jika kapasitas kerja dan tuntutan tugas tidak sesuai dapat menyebabkan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK) dan stress kerja yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas yang rendah.Hubungan kerja sama para pihak secara sistemik, holistik, interdisipliner, dan partisipatori (SHIP approach) untuk meningkatkan mutu dan produktivitas serta daya saing yang tumbuh secara berkelanjutanakan meningkat signifikan. Kiat meningkatkan produktivitas Ergo-P3 melalui beberapa alternatif sebagai berikut: (1) produktivitas naik bila input turun dan output tetap, (2) input turun dan output naik, (3) input tetap dan ouput naik, (4) input naik dan output lebih naik, dan (5) input lebih turun dan output turun. Salam Produktivitas.

 

Pustaka:

Askar, W.M. et al. (2025). Rapor 100 Hari Prabowo-Gibran: Evaluasi Kinerja Kabinet Merah Putih dan Program Ekonomi, Energi, Lingkungan Hidup serta Penegkan Hukum. CELIOS. Jakarta. Indonesia.

Rinamurti, M., & Setiawan, H. (2023). Industrial Ergonomic Work Design to Improve The Employee Quality of Life and Productivity at PT Cita Rasa Palembang. AIP Conference Proceedings, 2680(1). https://doi.org/10.1063/5.0127077

Setiawan, H. et al. (2023). Ergonomic Hazard Measurement, Evaluation and Controlling in the Pempek Palembang Home Industry Based on SNI 9011 : 2021. 8(6).

Setiawan, H. et al. (2024). Implementation of A Total Ergonomics Approach To Improve the Quality of Life of Freight Workers In 16 Ilir Market , Palembang City, South Sumatera Province. 2(3), pp. 172–182. Available at: https://doi.org/10.62885/medisci.v2i3.596.

Setiawan, H. et al. (2025). Design and Implementation of Green Human Resource Management (Green HRM) in SMEs Palembang City. 2(3), pp. 188–198. Available at: https:/