Hidup Benar Di Hadapan Allah

Hidup Benar Di Hadapan Allah

SEMANGAT PAGI, mediasumatera.id –  sahabat-sahabat Yesus. Apa kabar Anda di hari yang baru ini. Saya berharap Anda dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Sebab dengan bersyukur hidup Anda akan selalu bahagia apa pun situasinya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 1: 5 – 25, yakni pemberitahuan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Hal ini disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada Zakaria, yang saat itu bertugas di Bait Allah. Zakaria bersama istrinya Elisabeth sudah lanjut usia, yang secara medis tidak mungkin bisa mengandung dan melahirkan anak. Namun, ilmu kedokteran bukanlah Allah. Allah yang memiliki kekuasaan atau otoritas tertinggi bisa menjadikan atau mengubah yang tidak mungkin bagi manusia, tetapi mungkin bagi-Nya. Itulah yang terjadi pada pasutri yang sudah lanjut usia, yakni Zakaria dan Elisabeth. Diusia yang lanjut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Yohanes, oleh Allah melalui malaikat Tuhan. Yohanes memiliki arti Tuhan itu murah hati. Tuhan telah menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada Zakaria dan Elisabeth yang sudah lanjut usia dan mandul. Tetapi apa yang diterima oleh Zakaria dan Elisabeth, bukanlah tanpa usaha, melainkan mereka tidak mengenal waktu berdoa kepada Tuhan. Tidak hanya itu, melainkan mereka juga hidup benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah serta ketetapan dengan tidak bercela. Buah dari ketekunan doa dan tidak menyerah atau putus asa, serta hidup benar dan tidak bercacat adalah kunci, sehingga Allah bermurah hati kepada keduanya. Kelahiran Yohanes, tentunya membawa sukacita atau kegembiraan, serta menguatkan iman, harapan dan kasih, bagi keduanya dan banyak orang. Artinya asal kita tekun dan setia dalam berdoa serta memiliki iman, harapan serta kasih kepada Allah dan sesama, maka Tuhan mengabulkan apa yang menjadi harapan kita dalam hidup ini. Kelahiran Yohanes merupakan jawaban atas ketekunan, kesetiaan dalam berdoa, serta Iman, harapan, kasih Zakaria dan Elisabeth kepada Allah. Yang menarik adalah kelahiran Yohanes, membawa misi khusus, yakni menjadi perintis jalan bagi kedatangan Yesus Sang Juruselamat umat manusia. Walaupun demikian, Yohanes Pembaptis tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati. Dia tahu diri bahwa dia bukan Mesias yang dijanjikan, melainkan dia hanya seorang utusan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan (Parate Viam Domini). Melalui bacaan Injil hari ini kita dapat belajar dari Zakaria dan Elisabeth yang walaupun sudah lanjut usia dan mandul, tetapi mereka memiliki semangat kerohanian yang luar biasa. Mereka tidak jemu-jemu untuk berdoa. Keduanya tidak pernah putus asa atau menyerah, ketika doa dan harapan mereka belum dijawab oleh Tuhan. Keduanya tetap setia dalam beriman, dan selalu berharap kepada kasih dan kemurahan hati Allah. Semoga sikap dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Zakaria dan Elisabeth dapat menginspirasi kita, dalam ketekunan doa, kesetiaan dalam iman serta tidak cepat menyerah atau putus asa, ketika Tuhan belum menjawab doa-doa kita. Yakinlah bahwa buah dari ketekunan, kesetiaan dalam iman, harapan dan kasih kita kepada Tuhan, pasti Tuhan akan bermurah hati kepada kita. Mudah-mudahan 🙏🙏

Baca Juga :  Menjadi Yang Terkecil